Share

Ayah Ini Guncang Tubuh Anaknya hingga Patah 50 Tulang, Dipenjara 17 Tahun

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 30 November 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 18 2509598 ayah-guncang-tubuh-bayi-hingga-patah-50-tulang-rusuk-dipenjara-17-tahun-MFsiEfKelV.jpg Ayah mabuk mengguncang tubuh bayinya hingga 50 tulang rusuk patah (Foto: HNP Picture Desk/Hyde News & Pictures Ltd)

NEWBURY – Seorang ayah yang mabuk mengguncang bayi laki-lakinya dengan sangat keras hingga  50 tulangnya patah.

James Lawton, 28, dari Newbury, Berkshire, mengguncang anak laki-lakinya yang berusia satu bulan, Colby, dalam keadaan mabuk hingga mengakibatkan kerusakan otak yang sama dengan cedera pada kecelakaan mobil 90 meter per jam.

Lawton divonis oleh juri atas pembunuhan seorang anak laki-laki berusia satu bulan, Colby pada hari Jumat (26/11) - dan diberitahu oleh hakim Pengadilan Tinggi bahwa dia harus menjalani hukuman setidaknya 17 tahun di balik jeruji besi.

Bersama dengan istrinya, Chantelle Stroud, 25, yang pada Jumat (26/11) keduanya hadir di pengadilan.

Dia didakwa menyebabkan atau membiarkan kematian seorang anak dan menyebabkan kekejaman terhadap seorang anak.

Baca juga: Pria Ini Tuntut Sekolah Rp14 Miliar karena Rambut Anaknya Dipotong

Pengadilan mendengar bagaimana Colby mengeluarkan jeritan bernada tinggi ketika Lawton yang mabuk mengguncangnya selama kemarahan yang terjadi saat larut malam di rumahnya di Newbury, Berkshire.

Sehari sebelum penyerangan maut, tepatnya pada 9 Mei 2020, terdakwa juga pernah mematahkan tengkorak bayi tersebut.

Baca juga: Pria Ini Dieksekusi Mati di Depan Umum dengan Senapan AK-47 karena Bunuh 3 Anaknya

Pengadilan mengatakan korban menderita 50 patah tulang, patah tulang tengkorak dan pencekikan sebagian sebelum dia meninggal.

Colby juga mengalami lebih dari 70 memar, dengan goncangan fatal yang begitu parah sehingga mengakibatkan kerusakan otak yang menyerupai cedera khas pada kecelakaan mobil 90 meter per jam.

Lawton dari Boreham Field, Warminster, Wiltshire, dihukum karena pembunuhan dan menyebabkan luka fisik yang parah dengan unsur sengaja.

Stroud, dari Newtown Road, Newbury, berdiri di ruangan tertutup di pengadilan tempat terdakwa di Reading Crown Court bersama Lawton.

Stroud dibebaskan dari dakwaan. Teman-teman dan keluarganya menangis ketika dia dibebaskan.

Pembela Lawton, Nicholas Syfrett QC, berpendapat serangan itu tidak mungkin direncanakan sebelumnya, seperti yang dituduhkan jaksa.

"Setiap aspek dari persidangan ini telah menunjukkan orang-orang yang terlibat bergerak dari 1-100 dengan tindakan mereka," katanya.

Namun Hakim Stacey mengatakan Colby "segera ingin melihat dunia" karena hanya butuh tiga jam untuk dilahirkan, dua minggu sebelum tanggal perkiraan kelahirannya.

"Dia rentan dan tidak berdaya, bergantung pada Anda untuk merawatnya," terangnya.

"Saya menerima bahwa Anda tidak berniat untuk membunuh Colby karena Anda adalah seorang pria yang bertindak secara spontan, tetapi Anda memang berniat untuk menyebabkan cedera tubuh yang serius. Itu adalah keputusan mendadak,” lanjutnya.

Hakim mengatakan setelah kelahiran putranya, Lawton "berusaha keras untuk menjadi ayah yang baik", termasuk bergiliran memberi makan malam.

Selain itu, Lawton juga telah "berusaha" untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi alkohol dan ganjanya selama 10 tahun.

Tetapi pada hari-hari sebelum kematian Colby, dia mulai minum lagi dan dia mulai berdebat dengan pasangan dan tetangganya.

Hakim mengatakan Lawton menyebabkan luka fisik yang parah pada putranya dengan kemungkinan membenturkan kepalanya ke permukaan yang keras, sementara Stroud berdiri di luar mengobrol dengan teman-temannya.

Sekitar waktu yang sama, dia meremas dada bayi dan memutar kakinya, lanjutnya.

"Cedera serius itu tidak fatal dan Colby, sebagai orang kecil yang tangguh, tampak seperti biasa setelah kejadian itu, ketika tubuhnya mencoba untuk pulih dari serangan itu,” ujarnya.

Stroud mengatakan kepada pengadilan bahwa Lawton menderita kecemasan dan depresi, dengan kesehatan mentalnya yang memburuk selama penguncian dan dia biasanya mengarahkan kemarahannya pada benda mati.

Stroud menambahkan, dia curiga Lawton memiliki "rasa bersalah dan penyesalan yang tak diucapkan" karena menyebabkan kematian putranya.

"Pembunuhan Colby berasal dari luka serius yang Anda timbulkan pada hari-hari sebelumnya, yang akan sangat menyakitkan baginya," ungkapnya.

Lawton harus menjalani hukuman minimal 17 tahun penjara sebelum dia dapat dipertimbangkan untuk pembebasan bersyarat.

Sebelumnya, dia dibebaskan dari kasusnya yang menyebabkan kekejaman terhadap seseorang di bawah usia 16 tahun dengan keputusan mayoritas.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini