Share

Berpesta di Tengah Lockdown, PM Inggris Dituding Langgar Pembatasan Covid-19

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 18 2510866 berpesta-di-tengah-lockdown-pm-inggris-dituding-langgar-pembatasan-covid-19-VOXHrDuy4T.JPG Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Reuters)

LONDON – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan telah mengadakan pesta meriah di Downing Street Nomor 10, London, kediaman resmi perdana menteri, di saat negara itu tengah berada dalam penguncian (lockdown) kedua Covid-19.

Johnson dan staf kantor perdana menteri dituding telah melanggar aturan pembatasan Covid-19 dengan menghadiri pesta Natal yang digelar tahun lalu itu.

BACA JUGA: Inggris Berencana Akhiri Lockdown, Lepas Masker, dan Hapus Aturan Jaga Jarak Pekan Depan

Johnson memberikan pidato di depan tamu pesta yang penuh sesak, yang digelar untuk salah seorang pembantu utamanya ketika Inggris dalam lockdown. Kemudian hanya beberapa hari sebelum Natal, di saat London masih menerapkan aturan pembatasan tingkat 3, anggota tim utamanya mengadakan pesta meriah mereka sendiri di Downing Street.

Para pejabat itu kembali menggelar pesta meriah dengan kuis Natal dan Santa Rahasia, sementara seluruh negara dipaksa untuk tinggal di rumah.

Sekitar "40 atau 50" orang dikatakan telah dijejalkan "berdampingan" ke dalam ruangan berukuran sedang di rumah di Downing Street itu, untuk masing-masing acara tersebut.

"Itu adalah mimpi buruk saat Covid," klaim salah satu sumber sebagaimana dilansir Mirror.

BACA JUGA: Covid-19 Omicron Muncul, Warga Inggris Diwajibkan Pakai Masker di Toko dan Transportasi Umum

Hal ini terungkap pada Rabu (1/12/2021) setelah kepala kesehatan terkemuka Dr Jenny Harries memperingatkan bahwa orang harus mengurangi sosialisasi Natal ini untuk mengekang lonjakan Covid di masa depan. Tetapi Johnson menolak gagasan terkait pembatalan pesta, menambahkan bahwa pemerintah “tidak ingin orang membatalkan acara seperti itu."

Seorang sumber kemudian mengungkapkan kepada Mirror bahwa ada "banyak pertemuan sosial" di Downing Street tahun lalu, sementara publik menghadapi pembatasan.

Sumber-sumber itu bahkan mengatakan bahwa "selalu ada pesta" di flat yang ditempati oleh Johnson dengan istrinya, Carrie.

"Carrie kecanduan akan pesta," tambah sumber yang tidak disebutkan namanya.

Ada juga klaim tentang pertemuan ketiga yang lebih kecil pada 13 November, malam di mana Dominic Cummings, penasihat utama Johnson, keluar dalam keadaan mabuk.

“Sementara pegawai negeri senior mendesak agar berhati-hati dan ada satu pesan kepada publik, Perdana Menteri memberi kesan bahwa itu bisa sangat santai di No 10,” kata seorang sumber.

“Dia akan menutup mata atau pada beberapa kesempatan menerapkan pesta untuk dirinya sendiri saat semua orang berada dalam penguncian”.

Pesta Natal untuk staf Downing Street resmi dibatalkan, dengan pejabat yang dikatakan telah puas dengan kuis Zoom sebagai gantinya. Namun, pesta ternyata masih berlangsung pada 27 November sementara pesta Natal tidak resmi, yang tidak dihadiri PM, terjadi pada 18 Desember, demikian dilaporkan.

Seorang ahli hukum mengklaim bahwa peristiwa itu bahkan bisa dihukum dengan denda 10.000 poundsterling (Rp191 juta).

Downing Street tidak menyangkal klaim tersebut, tetapi seorang juru bicara mengatakan: "Aturan Covid telah diikuti setiap saat". Seorang sumber mengatakan Downing Street mencoba membenarkan pertemuan tersebut karena semua yang hadir bekerja di gedung yang sama.

Johnson sempat dalam kondisi kritis karena Covid-19 pada April 2020, sementara Inggris berada di bawah penguncian ketat selama empat minggu pada November 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini