Share

Polisi Tangkap Penjahat Siber Modus Video Call Mesum, Peras Korban Miliaran Rupiah

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 04 Desember 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 340 2511705 polisi-tangkap-penjahat-siber-modus-video-call-mesum-peras-korban-miliaran-rupiah-89WZjamtMs.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BANDUNG - Tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar menangkap seorang pelaku kejahatan siber.

Pria berinsial Y asal Palembang ini cukup lihai dalam melakukan berbagai kejahatanya. Salah satunya memperdaya korbannya hingga korban berhasil diperas setelah melakukan phone sex dengan pelaku.  

Dalam menjalankan aksinya itu, pelaku awalnya berkenalan dengan korbannya, seorang perempuan hingga berhasil merayu korban untuk melakukan phone sex. 

Korban yang terperdaya bujuk rayu pelaku akhirnya memberikan foto hingga video mesum yang kemudian direkam oleh pelaku. Foto dan video mesum itu dijadikan alat oleh pelaku untuk memeras korbannya. 

"Nah, ini mungkin yang harus diwaspadai, dimana tersangka berkenalan dengan korban di sosmed dan membujuk korban memberikan foto dan video bermuatan pornografi. Kemudian, tersangka merekam dan setelah meminta sejumlah uang. Jadi lebih kepada pemerasan," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar,  Kombes Arief Rachman, Jumat (3/12/2021). 

Baca juga: Waspada, Penipuan dengan Email Palsu Naik Hampir 2 Kali Lipat

Tidak hanya itu, pelaku juga melakukan berbagai tindak kejahatan yang berkaitan dengan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu. Bahkan, kata Arief, dari berbagai kejahatan siber yang dilakukannya, pelaku diduga meraup keuntungan miliaran Rupiah.

"Ini sama lintas provinsi dengan kerugian miliaran Rupiah," ujar Arief.

Pelaku juga melakukan tindakan kejahatan phising dengan mengambil alih m-banking milik korban. Modus ini dilakukan Y dengan cara membuat website yang kemudian diarahkan agar korban mengisi nomor rekening dan pin.

"Pelaku mengambil alih m-banking korban dengan cara mengirimkan link. Ini harus waspada dalam proses pembelajaran masyarakat," terang dia. 

Tidak hanya sampai di situ, pelaku juga membuat investasi bodong. Dia menggunakan akun palsu pada sebuah website dengan embel-embel investasi online.

"Pelaku menggunakan akun palsu kemudian melakukan breaching (melanggar) ke aplikasi tersebut dimana hal ini tentunya akan bertentangan juga dengan peraturan pemerintah dan pengawasan dari OJK," tuturnya. 

Dengan keahlian yang dimilikinya, pelaku juga bahkan membuat aplikasi jual beli palsu. Pada aplikasi tersebut, pelaku mencantumkan call center dan kode bayar palsu. 

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sejauh ini baru satu pelaku yang berhasil ditangkap," kata Arief. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini