Erupsi Gunung Semeru, Gubernur Khofifah Sebut Early Warning System Sudah Jalan

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 06 Desember 2021 00:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 340 2512356 erupsi-gunung-semeru-gubernur-khofifah-sebut-early-warning-system-sudah-jalan-Rg5XpkyIZG.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lumajang Cak Thoriq tinjau lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru (Foto: Antara)

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut early warning system atau peringatan dini di lokasi guguran awan panas Gunung Semeru sudah berjalan. Dengan adanya informasi di awal itulah akhirnya masyarakat berbondong-bondong mengevakuasi diri.

Hal itu dikatakan Khofifah saat memberi laporan penanganan tanggap darurat bencana kepada Wapres Ma'ruf via sambungan telepon.

Khofifah menerangkan proses evakuasi masyarakat terus dilakukan sejalan dengan telah berjalannya early warning system dan terus mengalirnya bantuan kebutuhan dasar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Early warning system sudah jalan. Masyarakat sudah mengevakuasi diri. Awal kami dengar langsung kami mengimbau masyarakat untuk mengevakuasi diri. Insya Allah kalau kebutuhan dasar terpenuhi karena ada dapur umum dari Pemprov, di Candipuro dan Pronojiwo juga ada,” ucap Khofifah dikutip dari rilis Setwapres, Minggu (5/12/2021).

Pada percakapan singkat tersebut, Khofifah melaporkan wilayah dan jumlah korban terdampak guguran awan panas Semeru. Terdapat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Khofifah Kunjungi Kampung Renteng yang Tertimbun Awan Panas Guguran

“Di Candipuro terkonfirmasi 10 yang meninggal, di Pronojiwo 2 yang meninggal. Jadi, terkonfirmasi 12 orang meninggal,” lapor Khofifah.

“Di kampung sebelahnya [Pronojiwo] ada lagi yang meninggal 5 orang,” imbuhnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Geologi ESDM: Waspadai Awan Panas Guguran

Selanjutnya, Khofifah menuturkan adanya laporan masyarakat terkait anggota keluarga yang belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlanjut yang dilakukan oleh 3.400 personel.

“Ada yang melapor ponakan belum ditemukan, ada yang pingsan karena masih mencari istrinya. Jadi, proses evakuasi sedang dilakukan hari ini dengan 3.400 personel,” jelas Khofifah.

Sebagai informasi, Wapres Ma'ruf Amin menelepon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sesaat sebelum bertolak ke Jakarta usai melakukan kunjungan kerja di Bali.

Baca juga: Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini