Share

Ayah Ini Tega Bunuh Anaknya Gegara Gangguan Jiwa

Azhari Sultan, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 03:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 340 2512956 ayah-ini-tega-bunuh-anaknya-gegara-gangguan-jiwa-exStbp4ulM.jpg Ayah bunuh anaknya yang derita kejiwaan (foto: dok istimewa)

JAMBI - Tim Petir Reskrim Polres Bungo bersama tim Forensik RS Bhayangkara Polda Jambi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan yang mayatnya mengapung di Bendungan Cek Dam Air, Dusun Mulya Jaya, Unit 14, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi.

Via autopsi secara scientific (ilmiah), petugas berhasil membuka tabir mayat terikat kaki dan tangan atas nama Dodi Saputra (31) warga setempat tidak jauh dari lokasi bendungan.

Baca juga:  Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung di Cengkareng, Terbukti Alami Gangguan Jiwa

Ironisnya, pelaku adalah dua orang dekat korban, yakni ayahnya atas nama Kus (57) dan Ujg (28). Motifnya juga sepele, yaitu gegara keluarganya malu lantaran korban merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro membenarkan bila tersangka pembunuhan yang mayatnya mengapung di bendungan pada Kamis 2 Desember 2021 lalu sudah ditangkap.

"Pelaku ada dua orang, yakni ayah dan adik korban sendiri, Kus dan Ujg," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Baca juga:  Berbagai Motif Pelaku Lakukan Mutilasi, Ada yang Demi Makan dan Bayar Kos

Kapolres menceritakan, kedua pelaku melakukan hal tersebut dikarenakan pelaku sudah tidak sanggup lagi membantu biaya kehidupan korban bahwa pelaku sendiri.

"Disamping itu, pelaku merasa malu dengan riwayat kejiwaan korban yang selalu dijauhi oleh masyarakat di desanya. Selain itu, pelaku juga memiliki hutang yang harus diselesaikan," ungkap Guntur.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Terungkapnya kasus ini, setelah tim melakukan olah TKP. Tidak jauh dari ditemukan korban dengan kondisi tidak bernyawa yang kaki dan tangan terikat ditemukan 1 pasang sendal dalam posisi tersusun rapi menghadap ke arah Cek Dam.

Berbekal sepasang sendal milik korban, tim melakukan penyisiran sampai ke rumah korban yang jaraknya dari TKP hanya berjarak 300 meter.

Sesampainya di rumah korban, kemudian tim langsung melakukan pengecekan di arel rumah tersebut. Tidak butuh lama, petugas menemukan di salah satu jemuran rumah korban ada satu tali berwarna orange yang diduga sengaja diputus.

Penyidik menduga, tali tersebut sama persis dengan tali yang mengikat korban. Karena menimbulkan kecurigaan, lalu petugas melakukan penggeledahan di keseluruhan rumah korban.

Namun, pada saat penggeledahan, seluruh keluarga terdapat sikap aneh. Saat itu, seluruh keluarga korban bersikap biasa saja. Padahal, mayat yang ditemukan diduga adalah masih orang terdekat keluarga korban.

Berdasarkan analisa, petugas membawa seluruh keluarga korban ke Mapolres Bungo untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

"Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap Kus (ayah korban) dan Ujg (adik korban) akhirnya mengakui bahwa merekalah yang telah menghilangkan nyawa Dodi," ungkap Kapolres.

Sementara hasil autopsi tim Forensik Bidokes Polda Jambi yang dipimpin dr Erni menemukan luka lecet tekan pada pergelangan tangan kiri dan kanan serta luka lecet tekan dipergelangan kaki kiri dan kanan diakibatkan gesekan tali yang mengikat pada korban.

Sedangkan, pemeriksaan dalam ditemukan pasir di sekitar batang tenggorok. Dan ketika bagian dada dibuka tampak banyak cairan keluar dari dalam dada.

Selanjutnya, pada pemeriksaan paru tampak mengkisut serta jantung, ginjal, usus, hati, limpa, tampak bintik-bintik perdarahan.

Petugas menduga adanya proses persentuhan lama di air, atau adanya proses tenggelam menimbulkan kurangnya oksigen (Hipoksia). Hal ini menyebabkan mati lemas. Sedangkan, waktu kejadian diperkirakan kurang lebih 24 jam.

Akibat perbuatannya, satu keluarga ini ditahan di sel tahanan Polres Bungo untuk kepentingan penyelidikan. Tidak hanya itu, keduanya terancam hukuman sesuai Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman seumur hidup atau pidana mati.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat terapung di dalam bendungan. Saat ditemukan, mayat jenis kelamin laki-laki tersebut dalam kondisi kaki dan tangan terikat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini