Sadis, Gadis Ini Dipaksa Gali Kuburnya Sendiri Sebelum Ditembak Mati

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 08 Desember 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 18 2513708 sadis-gadis-cantik-ini-dipaksa-gali-kuburnya-sendiri-sebelum-ditembak-mati-hkDrKVbAga.jpg Amanda Albach. (Foto: Newsflash)

RIO DE JANIEIRO - Seorang gadis dipaksa menggali makamnya sendiri di pantai sebelum ditembak mati dan dikubur. Jasadnya akhirnya ditemukan polisi setelah salah satu tersangka akhirnya mengakui perbuatannya.

Jasad Amanda Albach, (21 tahun), digali oleh polisi setelah pembunuhnya dilaporkan mengaku menghabisi nyawa gadis itu setelah dia dituduh mengedarkan narkoba.

BACA JUGA: Bentrok dengan Polisi, Setidaknya 25 Tersangka Perampokan Bank Tewas

Albach ditemukan terkubur di Pantai Irapiruba Norte de Laguna, di Negara Bagian Santa Catarina, Brasil selatan pada Jumat (3/12/2021).

Sehari sebelumnya, dua pria dan seorang wanita telah ditangkap terkait kasus ini, dan salah satu tersangka telah mengungkapkan kepada polisi di mana mayat gadis itu dikuburkan.

Tersangka juga dilaporkan mengaku bahwa mereka telah membunuh korban dengan dua tembakan setelah memaksanya untuk menggali kuburnya sendiri dalam pembunuhan yang terjadi pada 15 November.

Albach terakhir terlihat pada 14 November ketika dia menghadiri sebuah pesta di kota terdekat Florianopolis.

Kepala Polisi Bruno Fernandes, dari Divisi Investigasi Kriminal, mengatakan bahwa wanita muda, yang tinggal di Fazenda Rio Grande, di wilayah metropolitan Curitiba itu telah melakukan perjalanan ke Santa Catarina dengan beberapa teman untuk menghadiri pesta ulang tahun seorang teman.

"Ikatan inilah yang membawanya (korban) ke rumah ini di Santa Catarina. Dia datang untuk merayakan ulang tahun orang ini," kata Fernandes sebagaimana dilansir The Sun.

BACA JUGA: Dituduh Bunuh Suami, Mantan Penyanyi Rohani Dicopot Sebagai Anggota DPR

Pengacara keluarga korban, Michael Pinheiro, mengatakan: "Teman-temannya ini mengatakan mereka meninggalkan pesta dan tidak melihatnya lagi."

Tetapi polisi menemukan "ketidakkonsistenan dalam pernyataan", yang menimbulkan kecurigaan tentang keterlibatan orang-orang di pesta dalam hilangnya Albach.

Wanita muda itu terakhir mengirim pesan audio ke orang tuanya pada malam 15 November.

"Dia mengirim pesan kepada orang tuanya, sekira pukul 20.40, mengatakan bahwa dia akan kembali ke Fazenda Rio Grande saat fajar,” kata Pinheiro.

"Sejak itu tidak ada kabar lagi. Ponselnya mati dan Amanda tidak pernah mengakses WhatsApp lagi."

Kerabat Albach dilaporkan oleh polisi mengatakan bahwa suaranya aneh dan ada angin di latar belakang pesan audio.

Salah satu tersangka dilaporkan mengaku bahwa pembunuhan itu terjadi tak lama setelah Albach mengirim pesan audio.

Kepala polisi Fernandes mengatakan: "Salah satu yang diselidiki merasa tidak nyaman karena dia menyadari bahwa Amanda telah memberi tahu pihak ketiga bahwa dia terlibat dalam perdagangan narkoba."

Dia menambahkan bahwa dia dilaporkan mengambil foto tersangka yang tidak disebutkan namanya memegang pistol dan mengirimkannya ke orang-orang.

"Dia tidak menyukai situasi ini dan karena itu memutuskan untuk mengambil nyawanya," jelas Fernandes.

Investigasi sedang berlangsung. Saat ini tidak jelas apakah tiga tersangka, yang belum disebutkan namanya, telah didakwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini