AMSTERDAM – Sebagai negara dengan ketinggian di bawah permukaan laut, perlindungan terhadap banjir sangat diutamakan di Belanda. Warga kerap harus membayar mahal jika upaya perlindungan ini gagal, tetapi langkah yang diambil sejauh ini sukses.
Permukaan air di sungai buatan Bergsche Maas sangat tinggi. Tapi situasinya terkontrol, setidaknya sampai sekarang. Hujan deras dengan dampak mematikan yang melanda Belgia dan Jerman beberapa waktu lalu membuat air sungai itu melampaui tepiannya.
BACA JUGA: Eropa Dilanda Banjir Terparah dalam 35 Tahun Terakhir
"Terakhir itu terjadi 33 tahun lalu.“ kata Will Hooijmaijers seorang petani di kawasan itu sebagaimana dilansir Deutsche Welle.
Ketika itu Nol dan Will Hooijmaijers khawatir bisa kehilangan rumah dan peternakan susu mereka, yang terletak tak jauh dari lokasi itu. Tapi peternakan mereka sekarang sudah tidak ada lagi.
BACA JUGA: Belanda Siap Kucurkan Rp2,4 Triliun Beli Lukisan Mahakarya Rembrandt
Keluarga Hooijmaijers dan 15 tetangga mereka diminta untuk pindah oleh pemerintah tahun 2001. Tujuannya, agar sungai bisa memenuhi kawasan itu, jika diperlukan, agar pemukiman di dekat sana bisa dilindungi.
Ketika itu, rencana perlindungan terhadap banjir, yang disebut "Pembuatan Ruang bagi Sungai" ibaratnya bom yang menghantam keluarga Hooijmaijers dan banyak tetangga mereka.