Dalam kesempatan itu, Gusti Ayu pun meminta media massa, termasuk masyarakat luas untuk menyikapi kasus ini dengan bijaksana. Artinya, kata Gusti Ayu, ada kode etik yang harus disikapi, salah satunya tidak membuka identitas korban, agar korban tidak kembali mengalami trauma.
"Selama ini korban sudah mulai pulih dari tekanan psikis yang mereka alami, mereka sudah mulai sekolah. Dengan viralnya kasus ini, ada beberapa korban yang mengalami trauma kembali. Kami mohon dukungannya dari semua, dari teman-teman media untuk bisa mengawal dan menentukan yang terbaik kepada korban," tuturnya.
Gusti Ayu pun memastikan, pihaknya bersama jajaran pemerintah daerah akan memberikan pendampingan yang maksimal terhadap korban, khususnya dalam pemenuhan hak dasar anak karena korban umumnya masih anak-anak.
"Terkait dengan kebutuhan daripada korban, itu harus kita kawal secara tuntas, apalagi terkait pemenuhan hak dasar anak karena korban masih kebanyakan anak anak yang menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Gusti Ayu.
Diketahui, Herry Wirawan mencabuli belasan santriwatinya di berbagai tempat di Kota Bandung. Selain di sekolah dan pesantren yang dikelolanya, Herry Wirawan juga memperkosa mereka di hotel hingga apartemen. Akibatnya, sejumlah korban hamil hingga melahirkan anak.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.