Share

Kasat Reskrim Polres Manokwari Ditembak karena Hoaks Warga Tewas Usai Vaksin

Tim Okezone, Okezone · Kamis 16 Desember 2021 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 340 2518192 kasat-reskrim-polres-manokwari-ditembak-karena-hoaks-warga-tewas-usai-vaksin-lYwxQ3PdI6.jpg Aksi massa di Manokwari Selatan/ MPI

RANSIKI – Kasat Reskrim Polres Manokwari Selatan, Iptu Otto Woff ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) saat mengamankan kelompok massa yang mengamuk di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

(Baca juga: Bubarkan Aksi Massa, Kasat Reskrim Polres Manokwari Selatan Ditembak OTK)

Saat kejadian. Iptu Otto tertebak di bagian telinga, diduga terkena tembakan senapan angin, dan kini dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut, Manokwari untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Aksi amuk massa tersebut lantaran dipicu informasi hoaks atau kabar bohong yang menyebutkan jika Kepala Kampung Dibera, Alpius Iba meninggal dunia diduga akibat vaksin.

Aparat kepolisian beberapa kali melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa yang terus bertindak anarkis. Bupati Manokwari Selatan pun langsung turun ke lokasi untuk menemui para warga yang terus berbuat anarkis.

(Baca juga: Breaking News! Kasus Positif Covid-19 Bertambah 213)

Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Slamet Haryono Termawud mengatakan, situasi pasca amuk massa saat ini Manokwari Selatan dalam keadaan kondusif.

"Situasi saat ini sudah kondusif, memang tadi sempat ada aksi protes dari sejumlah warga atas meninggalnya salah seorang kepala Kampung yang mana beredar informasi yang belum tentu kebenarannya bahwa yang bersangkutan meninggal dunia akibat vaksin. Kami masih dalami kasus ini," kata Slamet Haryono saat dihubungi MNC Portal, Kamis (16/12/2021).

Sebelumnya, massa saat itu mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas pemerintah seperti Kantor Bupati, Puskesmas Ransiki dan beberapa kendaraan dinas milik Polres Manokwari Selatan, baik kendaraan roda dua dan roda empat. Selain itu, mereka blokade jalan raya dan mengarak jenazah almarhum Alpius menuju pendopo kantor Bupati Manokwari Selatan.

Menurutnya, pihak keluarga dan pemerintah setempat sudah melakukan pertemuan dan meminta agar ada perhatian terkait meninggalnya Alpius Iba.

Dan dalam kejadian amuk massa, beberapa fasilitas pemerintah dan kendaraan dinas milik Polres Manokwari Selatan dirusak massa.

"Ada beberapa perusakan, kantor bupati, kemudian kendaraan dinas polisi, sementara masih kami lakukan pendataan terhadap kerusakan yang timbul dari kejadian amuk massa tersebut. Kendaraan dinas Polres Manokwari Selatan yang di rusak yakni kendaraan roda dua dan roda empat," sambungnya.

Dia memastikan, aka nada penegakan hukum terhadap para pelaku pengerusakan maupun provokator yang terlibat dalam kejadian itu.

"Untuk para pelaku masih dalam penyelidikan, termasuk provokator dari amuk massa tersebut, namun kami sudah mengantongi nama-nama penggerak dan provokator aksi amuk massa tersebut. Intinya yang penting situasi Kamtibmas yang utama dulu dan situasi sampai saat ini kondusif. Untuk penegakan hukum tetap akan dilakukan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini