Share

WNI Ini Terpilih Sebagai Pembawa Acara TV di Luar Negeri Berkat Bakwan dan Gado-Gado

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 17 Desember 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 18 2518729 wni-ini-terpilih-sebagai-pembawa-acara-tv-di-luar-negeri-berkat-bakwan-dan-gado-gado-u9HdVFE3A1.jpg WNI ini jadi pembawa acara di televisi luar negeri (Foto: BBC Beechgrove)

SKOTLANDIA – Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Skotlandia Dina Watt diberikan kesempatan menyenangkan saat menjadi pembawa acara di televisi Skotlandia. Dina membawakan acara BBC TV, Beechgrove Garden.

Diketahui, Beechgrove Garden adalah serial berkebun yang mulai tayang sejak 1978 di BBC Skotlandia. Sejumlah episode ditampilkan di seluruh dunia, mulai dari Kanada, Belanda, Portugal dan Italia.

Kisah ini berawal dari Dina yang gemar mem-posting hasil masakan ala Indonesia ke akun Instagram-nya.

Dina yang tinggal di Aberdeenshire mengatakan ia diundang tampil di televisi "secara tak sengaja" setelah banyak mengunggah foto-foto resep masak dari hasil kebunnya melalui akun Instagram yang dinamakan @theindonesiancook.

 Baca juga: Dokumen Identitas dan Bukti PCR WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Ditemukan

"Kebetulan dari dulu saya hobi berkebun, masak dan fotografi. Saat lockdown, dan tak bekerja, saya fokus berkebun, masak dan foto-fotonya saya unggah di akun Instagram baru," terangnya.

Dia mengatakan BBC Beechgrove Garden mengirim juru kamera untuk melihat caranya mengolak dan memasak.

"Ternyata mereka suka dan saya diberikan kesempatan empat episode," tambahnya. Dina pun resmi menjadi pembawa acara bergengsi di televisi di sana.

Baca juga: Presenter TV Minta Maaf Usai Olesi Pakaian dengan Lumpur di Lokasi Banjir

Sejumlah masakan yang ditampilkan Dina Watt dalam empat episode serial TV itu termasuk bakwan, gado-gado, sate ayam dan mie goreng.

Dina mengatakan di antara resep-resep Indonesia yang diangkat, dua yang paling banyak ditanya pemirsa adalah resep bakwan goreng dan gado-gado.

"Orang Skotlandia suka goreng-gorengan, jadi bakwan goreng yang banyak ditanya resepnya, selain juga bumbu kacang untuk gado-gado," terangnya kepada BBC News Indonesia.

Dalam program Beechgrove Garden, Dina menyebut gado-gado sebagai resep "yang sangat sederhana, namun lezat, dan siapapun bisa mencoba. “Apa yang membuat masakan ini spesial adalah bisa menggunakan sayuran apapun dari kebun,” ujarnya.

"Gado-gado adalah selada lezat Indonesia dengan sayur yang dimasak atau sayur mentah, dengan saus kacang. Saya pakai sayur seperti brokoli, daun kale dan berbagai selada serta bok choy. Saya juga pakai sayuran dari greenhouse saya serta bunga-bunga untuk menghias gado-gado,” lanjutnya.

"Gado-gado adalah juga sajian yang pas untuk vegetarian. Bagi yang alergi kacang, bisa menggunakan tahini (saus ala Timur Tengah yang menggunakan wijen)," tambah Dina saat mempresentasikan gado-gado dalam program televisi itu.

Satu hal yang juga diangkat dalam acara itu adalah zero waste, alias tak ada yang terbuang.

"Misalnya untuk bakwan goreng, pakai daun kacang polong dan pucuknya yang biasanya dibuang, tapi dipakai semua... Sate ayam dengan menggunakan bawang daun yang ditanam ulang dari batang daun bawang yang biasanya kita buang tapi kalau ditempatkan di air nanti akan tumbuh kembali," ungkapnya.

Tak hanya daun-daunan tapi juga bunga juga ia gunakan dalam mengolah berbagai bahan makanan.

"Ada teh bunga camelia dan daun mint- dari kebun juga, jadi bukan hanya sayuran dan buah-buahan tetapi juga bunga,” ujarnya.

"Bikin es batu cantik pakai bunga pansies yang warna-warni. Jadi minuman apa saja jadi terlihat manis di mata. Ini soal kreatifitas cara menggunakan bahan yang ada, bahkan bunga-bunga yang tumbuh secara musiman di kebun rumah sendiri," katanya lagi.

  • Tanam sendiri bumbu-bumbu Indonesia

 

Dina menjelaskan selain cabai merah dan hijau, bumbu dapur Indonesia yang selalu ada di kebunnya adalah sereh, jahe, cabe dan juga kangkung.

"Sudah beberapa kali gagal apalagi jahe, kencur, kunyit, tapi selalu coba lagi tiap tahun,” terangnya.

"Kalau bisa menumbuhkan bumbu dapur di tengah iklim yang sangat dingin di Skotlandia, rasanya sesuatu banget," ceritanya.

Dengan musim tanam yang begitu pendek, perlu pengaturan penanaman yang diatur.

"Musim tanam biasanya dari Maret sampai akhir Agustus, jadi dari Januari sudah saya tanam benihnya dan diatur sedemikian rupa supaya bulan Agustus sudah bisa dipanen,” ungkapnya.

"Walaupun bulan Januari masih dingin, namun benih saya tanam di dalam rumah yang lebih hangat karena ada penghangat ruangan dan bulan Maret dikeluarkan di greenhouse dan April ditanam di tanah," tambahnya lagi.

Dina mengatakan akan mencoba masakan lain bila diajak lagi tampil di TV.

"Saya masih harus banyak belajar resep masakan dan diadaptasi dengan bahan yang ada di sini,” ungkapnya.

"Banyak masakan daerah yang belum saya jelajahi yang menggunakan daun-daun seperti pepes. Saya ingin memperlihatkan bahwa banyak teknis masakan Indonesia yang bagus untuk digunakan,” terangnya.

Sementara itu, presenter utama acara berkebun BBC TV, Beechgrove Garden, Carole Baxter, menyebut Dina yang tampil dalam sejumlah episode "memberikan inspirasi dengan makanan lezat Indonesia" yang dibuat dari hasil kebun sendiri.

Dalam salah satu episode, Carole menyebut resep sambal tomat juga memberikan ide karena menggunakan tomat hijau,

"Musim tanam di Skotlandia begitu singkat, jadi semoga ini menjadi inspirasi bahwa tomat hijau bisa juga digunakan," kata Carole yang melihat sendiri hasil tanam Dina.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini