"Kami di Kompi A mengawali operasi ini pada 7 Desember 1975 dengan kekuatan 110 orang prajurit. Tapi pada Maret 1976, jumlahnya bersisa menjadi 80 orang saja," ungkapnya.
Dia menceritakan bahwa selama operasi, setiap waktu istirahat makan, Sersan Mayor Durman tidak turut makan, bahkan terkadang dia membantu anggota lainnya dengan memasak makanan.
"Di tengah operasi yang melelahkan tersebut selalu ada waktu untuk istirahat makan. Yang kami makan adalah bekal makanan kaleng T-1. Setiap siang Durman dengan setianya membukakan kaleng makanan dan menyodorkannya kepada saya," tuturnya.
Karena penasaran dengan tindakan anak buahnya itu, Luhut pun bertanya langsung kepada Durman.
“'Biar lebih dekat dengan Tuhan,' jawabannya yang tidak pernah saya lupakan," kata Luhut.
Bagi Luhut, jawaban Durman itu menunjukkan betapa teguhnya sang prajurit dalam beribadah, menjaga hubungan dengan Tuhan. Di saat yang sama, Durman juga tidak melupakan tugasnya kepada negara dengan tetap berjuang membela keutuhan Tanah Air.
Saat ini Durman tinggal di Banten, dan sempat bertemu dengan Luhut dalam acara reuni pada 2020 lalu.
“Jika ada kesempatan, saya ingin Durman dapat menceritakan pengalamannya kepada Saudara-Saudari sekalian sehingga kita dapat belajar bahwa betapa indahnya harmoni di Negeri ini jika kita dapat saling menghormati," tutup Luhut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.