Namun, belakangan, Soeharto dalam otobiografinya, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, menyatakan petrus di tujukan untuk menimbulkan efek jera kepada penjahat. "Ya, harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor! dor! begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya, mau tidak mau harus ditembak." ujarnya dalam buku yang terbit pada 1989 itu.
Baca juga: Cerita Mantan Preman Diburu Petrus hingga Kabur ke Luar Negeri
Selama penyelidikan Komnas HAM pada 2008-2012, Soedomo diperiksa, tapi Benny tidak bisa diperiksa karena sedang sakit dan akhirnya meninggal. Komisi menyimpulkan bahwa peristiwa petrus adalah pelanggaran hak asasi manusia berat yang harus disidik oleh Kejaksaan Agung, Pelakunya adalah para tentara dan polisi di bahwa koordinasi Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Republik Indonesia dan Presiden Soeharto. Tapi dokumen Komisi itu mandek di meja Kejaksaan Agung. Jadi siapa yang paling bertanggung jawab? "Ya, Benny Moerdani, kata Stanley Wakil Ketua Komnas HAM saat itu.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.