JAKARTA - Pemilihan Ketua Umum baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini sedang ramai kabarnya bagi masyarakat. Seperti yang sudah banyak diketahui kepengurusan dalam PBNU terdapat struktur pemimpin yakni Rais Aam dan Ketua Umum.
Namun, tahukah kamu apakah berbedaan antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.
Baca juga: Kiai Miftach-Gus Yahya Pimpin PBNU, Ketum PP Muhammadiyah: Semoga Terus Merawat Ukhuwah
Sebelumnya pada awal berdirinya PBNU, sebutan bagi pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU mempunyai sebutan Rais Akbar.
Rais Akbar ini merupakan sebutan bagi pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU pertama kali yang hanya disematkan kepada satu orang saja yakni Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari.
Baca juga: Detik-Detik Gus Yahya Terpilih sebagai Ketum PBNU, Sholawat Berkumandang
Namun, setelah Kiai Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari meninggal dunia, kedudukan tersebut secara istilah tidak digunakan lagi. Abdul Wahab Hasbullah sebagai pemimpin baru yang menggantikan Kiai Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari akhirnya lebih memilih istilah Rais Aam untuk menggantikan sebutan Rais Akbar.