Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Tabrak Lari Handi-Salsabila di Nagreg, Ini Alasan Polisi Limpahkan ke Pomdam Siliwangi

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Jum'at, 24 Desember 2021 |16:55 WIB
Kasus Tabrak Lari Handi-Salsabila di Nagreg, Ini Alasan Polisi Limpahkan ke Pomdam Siliwangi
Jumpa pers kasus tabrak lari Handi dan Salsabila/ MPI
A
A
A

BANDUNG - Polda Jawa Barat dan Polresta Bandung melimpahkan kasus tabrak lari yang menimpa Handi Saputra (16 tahun) dan Salsabila (14 tahun) kepada Pomdam III/Siliwangi.

(Baca juga: Kasus Tabrak Lari Handi-Salsabila di Nagreg, Oknum TNI Diduga Pelaku Ternyata Belum Tertangkap)

Korban Handi diketahui dibuang penabrak ke Sungai Serayu, Banyumas. Sedangkan Salsabila dibuang oleh penabrak di daerah Cilacap. Kedua jenazah pasangan sejoli ini ditemukan pada Sabtu, 11 Desember 2021.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago membeberkan kronologi peristiwa yang sempat viral tersebut. Polisi bersama Pomdam III/Siliwangi melakukan koordinasi terkait penyelidikan peristiwa itu.

(Baca juga: Kasus Tabrak Lari Handi-Salsabila di Nagreg, Motor hingga Pakaian Korban Diperlihatkan)

"Dimana pada saat viral tersebut kita pelajari sebuah mobil yang menabrak pengguna kendaraan bermotor, ada dua orang yang meninggal dunia. Ini motor korban," ujar Erdi seraya menunjuk barang bukti motor korban yang rusak parah dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (25/12/2021).

"Jadi, sekali lagi di awal kita sudah koordinasi dengan Pomdam III/Siliwangi," sambung Erdi menegaskan.

Setelah melakukan penyelidikan sejak peristiwa itu terjadi, lanjut Erdi, diperoleh kabar penemuan mayat di Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah pada 11 Desember 2021 lalu.

"Dari hal tersebut kami tim berangkat ke sana bersama orang tua korban untuk mengetahui dan memastikan apakah temuan dua orang mayat tersebut bagian rangkaian kecelakaan di Nagreg atau bukan," ujarnya.

Setibanya di lokasi penemuan mayat, orangtua korban ternyata membenarkan bahwa kedua mayat tersebut anak-anak mereka. Kedua korban pun kemudian menjalani autopsi dan kini sudah dimakamkan.

Penyelidikan pun, kata Erdi, berlanjut dengan mempelajari tempat kejadian perkara (TKP) tabrak lari lewat pengumpulan bukti hingga pemeriksaan saksi di TKP, termasuk saksi di Cilacap dan Banyumas.

"Berkaitan dengan itu, hasil koordinasi hingga sekarang, kami sepakati untuk kasus tersebut dilimpahkan ke Pomdam untuk lidik lebih intensif," katanya.

"Kami sendiri pihak kepolisian tetap mengumpulkan bukti untuk disampaikan ke Pomdam apabila membutuhkan bukti," tambahnya.

Erdi menegaskan, pelimpahan kasus tersebut disepakati berdasarkan hasil koordinasi bersama Kodam III/Siliwangi dalam hal ini Pomdam III/Siliwangi, agar penyelidikan dapat dilakukan secara intensif dan mendalam untuk mengungkap pelaku tabrak lari tersebut.

"Kami sepakati bahwa perkara ini dilimpahkan ke Pomdam untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga menemukan apakah pelaku tersebut bagian dari TNI," tandas Erdi.

Di kesempatan yang sama, Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Arie Trie Hedhianto menyatakan bahwa pihaknya menduga pelaku tabrak lari adalah oknum anggota TNI AD.

"Kalau dilihat bukti permulaan dan petunjuk di TKP, diduga (pelaku) dari oknum TNI AD," ungkap Arie.

Kendati demikian, pihaknya harus menunggu penyelidikan dan penyidikan oleh Pomdam III/Siliwangi untuk memastikan pelaku. "Namun kita tetap harus menunggu hasil penyidikan oleh Pomdam III/Siliwangi," tutupnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement