Share

Varian Omicron Melonjak, 2.000 Penerbangan Dibatalkan pada Malam Natal

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 25 Desember 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 18 2522397 varian-omicron-melonjak-2-000-penerbangan-dibatalkan-pada-malam-natal-NVMMzO0vaL.jpg 2.000 penerbangan dibatalkan pada Malam Natal (Foto: Reuters)

NEW YORK - Maskapai penerbangan telah membatalkan ribuan penerbangan pada Malam Natal, termasuk ratusan penerbangan domestik di Amerika Serikat (AS), karena staf dan kru menyatakan sakit selama gelombang varian Omicron.

Secara global, maskapai penerbangan telah membatalkan lebih dari 2.000 penerbangan, 454 di antaranya penerbangan domestik, masuk atau keluar dari AS.

Kendala operasional di maskapai penerbangan akan terjadi karena jutaan orang masih terbang meskipun ada peningkatan kasus virus corona. TSA mengatakan telah menyaring 2,19 juta orang di bandara di seluruh negeri pada Kamis (23/12). Ini menjadi angka tertinggi sejak peningkatan perjalanan liburan dimulai seminggu yang lalu.

Baca juga: 800 Penerbangan Dibatalkan Akibat Cuaca Buruk, Ribuan Penumpang Mengeluh

Pada Kamis (23/12), United Airlines (UAL) mengatakan harus "membatalkan beberapa penerbangan" karena varian Omicron.

“Lonjakan nasional dalam kasus Omicron minggu ini berdampak langsung pada kru penerbangan kami dan orang-orang yang menjalankan operasi kami,” terang memo United yang diperoleh CNN.

Baca juga: Rayakan Malam Natal, Biden dan Istri Kunjungi Anak-Anak yang Dirawat di RS

Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, United telah membatalkan 170 penerbangan, mewakili 9% dari total jadwalnya.

United mengatakan telah memberi tahu pelanggan yang terkena dampak sebelum mereka datang ke bandara.

"Kami mohon maaf atas gangguan ini dan sedang bekerja keras untuk memesan ulang sebanyak mungkin orang dan membawa mereka dalam perjalanan untuk liburan,” terangnya.

Pada Kamis (23/12) malam, Delta Air Lines (DAL) juga membatalkan penerbangan. Menurut FlightAware, maskapai ini telah membatalkan 130 penerbangan Malam Natal.

Delta mengatakan pembatalan itu karena beberapa masalah termasuk varian Omicron.

"Kami meminta maaf kepada pelanggan kami atas keterlambatan rencana perjalanan liburan mereka," kata Delta dalam sebuah pernyataan.

"Orang-orang Delta bekerja keras untuk membawa mereka ke tempat yang mereka butuhkan secepat dan seaman mungkin pada penerbangan berikutnya yang tersedia,” lanjutnya.

Selain itu, JetBlue (JBLU) membatalkan lebih dari 50 penerbangan, atau sekitar 5% dari keseluruhan jadwalnya.

Alaska Airlines mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka membatalkan 17 penerbangan karena Omicron pada Kamis (23/12) dan lebih banyak pembatalan mungkin dilakukan pada Malam Natal. Sejauh ini, telah membatalkan 11 penerbangan pada Jumat (24/12).

China Eastern juga telah membatalkan 474 penerbangan, atau 22% dari operasinya. Demikian pula, Air China membatalkan sekitar 190 penerbangan, atau 15% dari jadwalnya.

Air India, Shenzhen Airlines, Lion Air dan Wings Air semuanya membatalkan puluhan penerbangan juga.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini