Share

Antisipasi Perang Dunia III, Rusia Bangun Kuburan Massal di Tengah Ketegangan dengan Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Desember 2021 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 18 2523597 antisipasi-perang-dunia-iii-rusia-bangun-kuburan-massal-di-tengah-ketegangan-dengan-ukraina-8SLhsqMD4p.jpg Foto: Reuters.

MOSKOW - Rusia dilaporkan telah menyetujui rencana untuk membangun kuburan massal di tengah kekhawatiran pecahnya Perang Dunia III menyusul konflik dengan Ukraina.

Kekhawatiran itu muncul setelah Presiden Vladimir Putin dilaporkan berencana melakukan invasi ke Ukraina pada 2022. Saat ini lebih dari 100.000 tentara Rusia disebut telah ditempatkan di perbatasan antara kedua negara.

BACA JUGA: Di Ambang Konflik dengan Ukraina, Rusia Kerahkan Pasukan Baru ke Krimea

Media Rusia MK melaporkan bahwa situs pemakaman itu dibangun sebagai prioritas setelah diduga disebutkan dalam dokumen hukum yang bocor. Pembangunannya diperkirakan akan mulai dilakukan pada 1 Februari 2022.

Situs pemakaman dilaporkan akan menampung 100 mayat masing-masing dan akan digunakan bersama dengan fasilitas untuk mengkremasi tubuh prajurit, demikian diwartakan The Sun.

Langkah ini terungkap setelah Rusia mengatakan bahwa tentara hanya dibentuk untuk membela diri dan tidak akan secara aktif "memilih jalur konfrontasi". Namun, dia memastikan Moskow memiliki kemampuan merespon setiap provokasi.

BACA JUGA: Menlu AS Peringatkan 'Konsekuensi Serius' Jika Rusia Serang Ukraina

Menteri Luar Negeri Rusia menuding Ukraina “mudah marah”, menambahkan bahwa potensi perang menjadi pilihan bagi negara tetangganya itu.

“Rusia memiliki semua kemampuan untuk memastikan respons militer dan teknis penuh terhadap segala jenis provokasi yang mungkin terjadi di sekitar kita,” kata Lavrov sebagaimana dilansir RT.

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya telah memperingatkan Rusia bahwa ada konsekuensi serius jika Rusia menginvasi Ukraina. Sementara Rusia sendiri membantah ada rencana militer ke negara tetangganya itu.

Ukraina telah mengawasi secara dekat aktivitas Rusia setelah Moskow mengambil alih Krimea pada 2014. Rusia juga mendukung pasukan pemberontak yang ingin memisahkan diri dari Ukraina di Donbass di Ukraina timur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa mengambil kembali Krimea harus menjadi tujuan utama negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini