Share

Dituding Netizen Suka Pecat Wong Cilik, Gibran : Saya minta Maaf

Agregasi Solopos, · Rabu 29 Desember 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 340 2524421 dituding-netizen-suka-pecat-wong-cilik-gibran-saya-minta-maaf-4O95RwWw54.jpg Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Dok Okezone)

SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi cuitan pengguna Twitter yang menudingnya suka memecat wong cilik. Ia menanggapinya dengan singkat.

“Ya pak. Saya minta maaf,” tulisnya lewat akun @gibran_tweet menjawab cuitan pengguna akun Twitter @BerkahDalem9 yang menyebut, “Ini walkot yg dikit2 pecat wong cilik ya, ingat anda dipilih oleh wong cilik mas, asih Tresna kuwi membina.

Melansir Solopos, Rabu (29/12/2021), respons Gibran tersebut mendapat dukungan dari banyak warganet. Mereka menilai langkah tegas Gibran sudah tepat untuk memberikan efek jera kepada pegawai yang berbuat kesalahan.

“Cocok pak walkot,biar pelajaran bagi yang lain. Biar tidak makan gaji buta. bukankah yg digaji itu pekerjaannya.bukan mengabaikan pekerjaan yg dibayar. Habis uang APBD,masih banyak [yang] bisa dan mau bekerja dengan baik dan tanggung jawab. Hilangkan satu orang bisa selamatkan 1000org,” tulis pengguna akun @sonsoni34491771.

Cuitan pengguna akun @BerkahDalem9 yang menuding Gibran suka pecat wong cilik itu diduga merujuk pada pemecatan seorang sopir bus Batik Solo Trans (BST) Solo yang baru-baru ini dilaporkan karena melecehkan seorang penumpang. Sopir tersebut meminta penumpang perempuan itu mengiriminya foto cantik.

Baca Juga : Gibran Pecat Sopir Bus BST yang Minta Foto Cantik ke Penumpang

Viral di Media Sosial

Kejadian itu sempat viral di media sosial. Warganet menilai langkah Gibran meminta PT Bengawan Solo Trans selaku operator bus tersebut memecat sang sopir sudah tepat.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Gibran menilai perbuatan sopir itu telah mencoreng nama Pemkot Solo di mata publik. Ia juga mengaku malu dengan tindakan sopir yang tidak pantas tersebut. Gibran bahkan langsung meminta agar kinerja seluruh sopir BST dievaluasi akibat kejadian itu, termasuk soal mekanisme perekrutannya.

Sebelumnya, pada Mei 2021, seorang sopir BST juga dipecat setelah terlibat serempetan dengan railbus Batara Kresna hingga mengakibatkan bus mengalami kerusakan ringan. Hal ini menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Banyak yang menilai sanksi pemecatan sopir BST yang serempetan dengan railbus itu terlalu berat. Warganet pun ramai-ramai mendukung sopir tersebut dan menyalahkan Gibran yang dianggap terlalu mudah memecat orang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini