Gibran menilai perbuatan sopir itu telah mencoreng nama Pemkot Solo di mata publik. Ia juga mengaku malu dengan tindakan sopir yang tidak pantas tersebut. Gibran bahkan langsung meminta agar kinerja seluruh sopir BST dievaluasi akibat kejadian itu, termasuk soal mekanisme perekrutannya.
Sebelumnya, pada Mei 2021, seorang sopir BST juga dipecat setelah terlibat serempetan dengan railbus Batara Kresna hingga mengakibatkan bus mengalami kerusakan ringan. Hal ini menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.
Banyak yang menilai sanksi pemecatan sopir BST yang serempetan dengan railbus itu terlalu berat. Warganet pun ramai-ramai mendukung sopir tersebut dan menyalahkan Gibran yang dianggap terlalu mudah memecat orang.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.