Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Memulai Tahun Baru 2022, 12.000 Pengungsi Afghanistan Terjebak di Hotel-Hotel Inggris

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2021 |12:34 WIB
Memulai Tahun Baru 2022, 12.000 Pengungsi Afghanistan Terjebak di Hotel-Hotel Inggris
Pengungsi Afghanistan sudah tinggal di hotel di Inggris selama 2 bulan (Foto: BBC)
A
A
A

Tiga bulan kemudian, dia menjalin persahabatan dengan Mozghan Shaban, seorang karyawan DWP yang berasal dari Afghanistan, yang menghabiskan beberapa minggu pergi dari hotel ke hotel di London untuk membantu para pendatang baru mengajukan kredit universal.

DWP telah memproses lebih dari 3.000 klaim untuk kredit universal, per 3 Desember, mencakup lebih dari 4.700 orang. Pemerintah membuat undang-undang untuk mengecualikan mereka yang tiba di bawah skema relokasi dan pemukiman kembali Afghanistan dari tes residensi biasa yang membatasi akses ke manfaat tertentu saat tiba di Inggris.

Shaban, yang keluarganya meninggalkan Afghanistan pada akhir 1990-an, dapat berbicara bahasa Farsi, salah satu bahasa utama Afghanistan, dan ditempatkan dengan baik untuk membantu para pendatang baru menavigasi birokrasi Inggris.

Dia terkenal di sekitar hotel karena leluconnya, meyakinkan para tamu bahwa mereka tidak perlu takut akan negara baru mereka – “yang terburuk yang akan Anda dapatkan adalah hujan”. Dia menggambarkan dirinya sebagai "terapis, ibu, saudara perempuan" yang membantu mereka memahami adat dan budaya Inggris dan khususnya peran gender.

Menurut angka terbaru, pada akhir September lalu, dewan di Yorkshire dan Humber telah menyambut 213 dari 770 warga Afghanistan yang mendapat tempat di Inggris tahun ini. 92 dari mereka berada di Bradford, dibandingkan dengan hanya 24 di semua dewan London. Setelah Bradford, Edinburgh adalah kota yang paling banyak dihuni warga Afghanistan tahun ini yakni 67 orang.

Pada 7 Desember lalu, sekitar 7.500 orang telah dipindahkan ke Inggris di bawah kebijakan relokasi dan bantuan Afghanistan (Arap), yang menawarkan perlindungan bagi setiap pegawai pemerintah Inggris saat ini atau mantan yang menghadapi intimidasi atau ancaman terhadap kehidupan mereka.

Diketahui, Operasi Pitting, pengangkutan udara Afghanistan pada bulan Agustus lalu telah membawa 15.000 orang ke Inggris.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement