Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terjadi 10.570 Gempa Tektonik Sepanjang 2021, Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2021 |14:01 WIB
Terjadi 10.570 Gempa Tektonik Sepanjang 2021, Meningkat Dibanding Tahun Lalu
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi peningkatan aktivitas gempa bumi tektonik sepanjang 2021 di sejumlah wilayah Indonesia. Dari hasil monitoring BMKG, terjadi 10.570 gempa bumi tektonik dengan berbagai variasi magnitudo sepanjang 2021.

"Telah terjadi aktivitas gempa bumi tektonik sebanyak 10.570 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman yang bersumber dari sumber gempa subduksi lempeng dan sesar aktif," kata Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan resminya, Kamis (30/12/2021).

"Ini ternyata mengalami peningkatan jumlah jika dibandingkan dengan aktivitas gempa selama tahun 2020 yaitu sebanyak 8.264 kali," imbuhnya.

Lebih lanjut, Daryono membeberkan, telah terjadi sebanyak 244 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5,0 sepanjang 2021. Jumlah tersebut sama dengan yang terjadi pada 2020.

"Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M>5,0) selama tahun 2021 terjadi sebanyak 244 kali. Jumlah ini ternyata sama persis dengan aktivitas gempa yang terjadi pada tahun 2020 yaitu 244 kali," terangnya.

Sementara itu, gempa dengan guncangan atau getaran yang dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 764 kali selama 2021. Kata Daryono, ada peningkatan jumlah gempa yang dirasakan masyarakat pada 2021 dibandingkan 2020.

"Jumlah gempa dirasakan ini juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak 754 kali," ungkapnya.

Daryono juga mendata ada sebanyak 23 kali gempa bumi yang merusak sejumlah daerah di Indonesia sepanjang 2021. Jumlah gempa yang merusak ini mengalami peningkatan ketimbang tahun sebelumnya.

"Tahun sebelumnya, 2020 terjadi gempa bumi merusak sebanyak 11 kali. Sehingga peristiwa gempa merusak mengalami peningkatan cukup signifikan pada tahun 2021," jelasnya.

Hasil dari monitoring BMKG juga mengungkap bahwa gempa bumi paling banyak terjadi di bulan Desember selama 2021. Tercatat, telah terjadi gempa bumi sebanyak 1.348 pada bulan Desember 2021. "Sedangkan gempa paling sedikit terjadi pada bulan Februari 534 kali," imbuhnya.

Sedangkan peristiwa gempa bumi yang memicu tsunami selama tahun 2021 terjadi dua kali yaitu, tsunami kecil 50 cm di Tehoru Maluku Tengah akibat gempa magnitudo 6,1 pada 8 September 2021. Kemudian, tsunami kecil 7 cm di Laut Flores akibat gempa magnitudo 7,4 pada 14 Desember 2021.

"Sedangkan pada tahun 2020 tidak ada peristiwa gempa yang memicu tsunami," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement