Oleh karenanya Jakarta Pusat bisa dilihat pencapaiannya, Polres Metro Jakarta Pusat menggunakan strategi khusus yang dikenal dengan istilah pre-emtif strike.
"Jadi Kami sasar Bandar dan pengedar, bukan hanya pengguna tapi sekarang kami Bandar dan pengedar. Bisa lihat yang kami paparkan ini sebagian besar ini narkoba di luar negeri khususnya jaringan Iran dan Malaysia, Jadi sekarang ada modus justru datang dari Timur Tengah, yang besar yaitu 618 kilo sabu dan Malaysia 123 kilo sabu, jadi total adalah 741 kilogram, Khusus Jakarta Pusat, nanti akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 741 kilo ini hanya Jakarta Pusat, di luar kami kan bergabung pada saat itu ada gabungan Polda Metro Jaya 1,1 ton, tapi khusus Jakarta Pusat kami lengkap mengungkap 741 kg sabu, jadi perhatian kita bersama," urainya.
Baca juga: Kapolres: Tingkat Kriminal di Jakarta Pusat Turun selama 2021
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.