Ia berusaha keras menahan tawa. ”Lakin Inta ta’khudz Kitir Awi (Tapi anda kok mintanya banyak sekali),” kata si penjual ayam di Mesir itu. ”’Aiwah, alasyan Itat Kitsir awi’ (Ya, karena kucingnya banyak sekali),” jawab Gus Dur dengan kalem dan menahan tawa.
Akhirnya, si penjual ayam memberikan berbagai bagian tubuh ayam yang biasanya dibuang tersebut pada zaman itu.
Gus Dur kemudian pulang membawa semua bagian-bagian tubuh ayam tersebut, lalu memasaknya. Kemudian teman-temannya dipanggil untuk pesta makan enak.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.