Share

9 Orang Jadi Tersangka Tenggelamnya Kapal Pekerja Migran

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 04 Januari 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 340 2527276 9-orang-jadi-tersangka-tenggelamnya-kapal-pekerja-migran-B1KUeQ8VwK.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

MEDAN - Sebanyak 9 orang ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga terlibat dalam insiden tenggelamnya kapal pembawa puluhan pekerja migran asal Indonesia di perairan Sekinchan, Selangor, Malaysia, pada Sabtu 25 Desember 2021 lalu.

Menurut Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mereka terdiri dari anggota sindikat perekrut serta pengorganisir pekerja migran tersebut. Empat di antara kesembilan tersangka itu kini sudah ditahan di Mapolda Sumut.

"Empat sudah kita amankan. Yakni DS, S, R dan IA. Sementara lima lainnya masih dalam pengejaran," sebut Tatan, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga:  Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia, Ini Kata Polri

Tatan mengatakan, tersangka DS berperan sebagai penjemput TKI Ilegal di Bandara Kualanamu Deliserdang untuk selanjutnya dibawa ke lokasi penampungan di Batubara. Sedangkan tersangka S pemilik tangkahan sekaligus pemilik gudang logistik.

Selanjutnya, tersangka R berperan sebagai agen dan IA berperan dalam mengawasi saat kapal mau berangkat dari tangkahan. "Sedangkan untuk lima tersangka yang sudah ditetapkan masih dalam pengejaran. Kami imbau untuk menyerahkan diri," kata Tatan.

Tatan mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan kembali bertambah seiring dengan proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Saat ini, pihaknya juga sudah mengantongi pihaknya yang menjadi perantara di Malaysia.

"Perantara di Malaysia sudah dikantongi namanya. Tapi kami masih kejar para pelaku yang berkomunikasi dengan pihak penyedia di sana dan pihak yang merekrut," ucapnya.

Baca Juga: Oknum Prajurit Diduga Bantu Kirim PMI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia, TNI AU Dalami

Para tersangka dijerat petugas dengan Pasal 2, Pasal 10, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 81 Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Ancaman hukumannya di atas lima tahun," ucapnya.

Namun, untuk korban Tatan mengaku, sejauh ini masih melakukan pendataan berapa yang selamat dan meninggal dunia dalam musibah itu. Sebab, para pekerja ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Sudah ada yang melapor sebagai keluarga korban, ada belasan orang. Terkait yang selamat dan yang belum diketahui keberadaannya, kita terus update melalui operator kita di Polres Batubara. Karena ada beberapa daerah ini, dari Jawa, Jember, Jateng, Medan, Aceh," ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menyatakan jika tersangka yang mengirimkan pekerja migran ilegal ini merupakan sindikat yang sudah berulang kali beraksi.

"Hasil pemeriksaan kita begitu. Sudah ada beberapa kali mereka melakukan pengiriman pekerja migran ini. Untuk jumlah pastinya, serta berapa banyak yang sudah berhasil mereka kirim, masih kita dalami," ujar Hadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini