Share

Hakim Marah Terkait Terdakwa Penipuan Mangkir, Ini Komentar Rutan Pekanbaru

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Rabu 05 Januari 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 340 2527884 hakim-marah-terkait-terdakwa-penipuan-mangkir-ini-komentar-rutan-pekanbaru-HvFDftOf0Z.jpg Sidang investasi bodong di PN Pekanbaru (MPI/Banda)

PEKANBARU - Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau yang menyidangkan kasus penipuan investasi Rp 84 miliar beberapa kali murka karena salah satu terdakwa Agung Salim mangkir. Pihak Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru angkat bicara terkait ketidakhadiran Agung Salim bos PT Fikasa Grup.

Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, M Lukman mengatakan, terdakwa Agus Salim yang juga merupakan Komisaris Utama (Komut) PT WBN tidak bisa ikut sidang karena sakit. Ini berdasarkan keterangan dari pihak dokter rutan dan dokter RSUD Arifin Achmad.

"Ketika dokter menyatakan sakit, kita tentu harus memperhatikan. Rekomendasi dokter terdakwa harus diopname," kata Lukman kepada MNC Portal Indonesia Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Terdakwa Investasi Bodong Rp84 Miliar Kembali Mangkir, Dokter dan Rumah RSUD Riau Terseret

Dia mengatakan bahwa terdakwa pun akhirnya dibawa ke RSUD Arifin Achmad untuk diopname. Lukman mengaku bahwa pihaknya sudah memberitahukan hal tersebut kepada kejaksaan dan pengadilan.

"Kita sudah mengirim surat pemberitahuan hal itu ke jaksa maupun pengadilan. Jadi semua itu atas rekomendasi dokter," ucapnya.

Atas hal tersebut hari ini rencananya, Pengadilan Pekanbaru akan memanggil pihak Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, RSUD Arifin Achmad dan dokter penanggung jawab. Hal ini setelah jaksa dan hakim meminta terdakwa diperiksa oleh dokter pembanding. Berdasarkan keterangan dokter pembanding dari Rumah Sakit Madani Pekanbaru, terdakwa bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Agung Salim sendiri sudah tiga kali mangkir dalam sidang sehingga membuat hakim marah.

"Kalau kita bekerja harus memperhatikan kemanusiaan juga kalau ada yang sakit kita tangani.," tukasnya.

Terkait pihak rutan akan diperiksa terkait hal itu, dia menegaskan hal itu lebih baik. " Tidak apa apa, biar lebih objektif," tandasnya.

Sebelumnya, Kasus penipuan investasi PT Fikasa Grup menelan kerugian Rp 84,9 miliar dengan korban 10 nasabah di Pekanbaru. Selain Agung Salim, ada empat terdakwa yang diadili, mereka adalah Cristian Salim, Bhakti Salim, Elly Salim dan Maryani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini