Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

8 Strategi Perang Majapahit Kalahkan Musuh, Cakra Byuha hingga Sapit Urang

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 07 Januari 2022 |05:06 WIB
8 Strategi Perang Majapahit Kalahkan Musuh, Cakra Byuha hingga Sapit Urang
Situs peninggalan Kerajaan Majapahit (Foto: Okezone)
A
A
A

SURABAYAKerajaan Majapahit diketahui memiliki strategi jitu untuk menaklukkan musuh-musuhnya. Angkatan perang Majapahit dikenal sangat kuat dan mumpuni, terutama di bawah kendali Mahapatih Gajah Mada.

Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka, Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit," dari Sri Wintala Achmad, sedikitnya ada delapan strategi perang Majapahit yang sukses membantu Gajah Mada menguasai nusantara.

1. Cakra Byuha

Cakra Byuha menjadi strategi kelima perang dengan formasi pengepungan. Formasi perang ini dapat digunakan untuk masuk ke tengah-tengah medan peperangan yang sudah terkejut dahulu terjadi. Cakra Byuha dapat menghadap ke segala arah sesuai keadaan yang berkembang di medan perang yang sengit atau mengarah pada perang brubuh.

Baca juga: Luasnya Kekuasaan Kerajaan Majapahit dan Kewajiban Daerah yang Harus Dipatuhi 

2. Gedhong Minep

Gedhong Minep, strategi keenam yang dijalankan Majapahit saat perang. Strategi ini dilancarkan guna menjebak musuh yang berjumlah lebih sedikit, dengan cara memancing pasukan lawan untuk masuk ke dalam gelar.

Sesudah masuk di tengah pasukan lawan akan dikurung dan dihancurkan. Seperti dikutip inews.id, strategi ini tidak efektif ketika jumlah pasukan seimbang atau lebih banyak, karena kepungannya lambat laun akan jebol. Panglima dari strategi Gedhong Minep berada di dalam lingkaran yang tertutup rapat. Senapati berada di tengah, dikelilingi bawahan dan prajurit.

 Baca juga: Tuduhan Putri Raja Sunda Jadi Penyebab Perang Bubat Melawan Majapahit

3. Garuda Nglayang

Serangan Garuda Ngalayang menjadi serangan andalan keduanya. Pasukan ini mengandalkan kekuatan pasukan yang besar dan meniru gerakan terbang burung garuda. Panglima dan pemimpin pasukan yang berada di paruh, kepala, sayap, dan ekor memberikan perintah kepada anak buahnya dengan bertingkah seperti burung garuda, menyambar, mematuk, dan sebagainya. Inilah kenapa dinamakan serangan Garuda Nglayang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement