CHINA - Utusan pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk China telah mengumumkan pengunduran dirinya, menandakan pengambilalihan misi yang akan datang oleh seorang pejabat Taliban.
Pengunduran diri itu diumumkan oleh mantan utusan itu dalam sebuah pernyataan singkat di Twitter pada Senin (10/1).
Diplomat tersebut, Javid Ahmad Qaem, juga membagikan beberapa foto perpisahan dari misi tersebut. “Akhir dari tanggung jawab terhormat: Saya berhenti dari pekerjaan saya sebagai Duta Besar. Merupakan suatu kehormatan untuk mewakili Afghanistan dan rakyat saya. Ada banyak alasan, pribadi dan profesional, tetapi saya tidak ingin menyebutkannya di sini,” terang diplomat itu.
Baca juga: Taliban Gelar Razia, Agen Intelijen Afghanistan Buang 3.000 Liter Miras ke Selokan
Melalui Twitter, Qaem mengungkapkan bahwa staf kedutaan belum dibayar selama berbulan-bulan. Dia merinci bagaimana dia harus mengambil uang tunai dari rekening bank kedutaan untuk membayar staf setelah Taliban mengambil alih Afghanistan Agustus lalu.
"Karena kami tidak menerima gaji dari Kabul selama enam bulan terakhir, kami menugaskan komite dari dalam diplomat untuk menyelesaikan masalah keuangan," tulis Qaem dalam sebuah surat kepada kementerian luar negeri di Afghanistan tertanggal 1 Januari tetapi diposting ke media sosial pada Senin (10/1).
Baca juga: Warga Afghanistan Serukan Dunia Akui Pemerintahan Taliban
Diplomat itu juga memposting “catatan serah terima”, tertanggal 1 Januari, yang mencantumkan dana dan peralatan yang ditinggalkan di kedutaan. Menurut catatan itu, misi tersebut dibiarkan tanpa dana selama enam bulan terakhir, dengan hanya sekitar USD 100.000 (Rp1,4 miliar) yang tersisa di akunnya.
Fasilitas ini juga memiliki lima mobil – dua di antaranya hanya muat untuk barang bekas – dengan kunci disimpan di kantor utusan. Semua staf lokal dibayar hingga 20 Januari, setelah itu pekerjaan mereka “selesai”.