Share

Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 18 2530915 korut-klaim-sukses-uji-coba-rudal-hipersonik-8wRcREC2VQ.jpg Foto: Reuters.

SEOUL - Korea Utara mengatakan telah berhasil menguji rudal hipersonik baru dalam uji coba yang dihadiri pemimpin besarnya, Kim Jong-un. Para pejabat di Seoul mengklaim senjata itu adalah model rudal yang ditingkatkan dari sistem yang diuji minggu lalu.

BACA JUGA: Korut Luncurkan Proyektil Tak Dikenal, Uji Coba Rudal Kedua dalam Sepekan

“Uji tembak itu bertujuan untuk membuat konfirmasi akhir dari spesifikasi keseluruhan dari sistem senjata hipersonik yang dikembangkan,” demikian dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Rabu (12/1/2022). KCNA mengacu pada tes yang dilakukan sehari sebelumnya, menambahkan bahwa rudal menghantam sasarannya di laut sekitar 1.000 kilometer jauhnya.

Kim Jong-un yang menyaksikan uji coba tesebut “menggarisbawahi perlunya memperkuat kekuatan militer strategis negara itu baik dalam kualitas maupun kuantitas,” menurut laporan yang dilansir RT itu. Laporan KCNA mencatat bahwa peluncuran terbaru “jelas membuktikan kemampuan manuver yang luar biasa dari hulu ledak hipersonik.”

BACA JUGA: Gara-Gara Parodikan Kim Jong-Un, Gamer Ini Di-banned 8.000 Tahun

Uji coba senjata pada Selasa (11/1/2022) dilakukan hanya beberapa hari setelah peluncuran serupa di lepas pantai timur Korea Utara, yang pertama dari jenisnya tahun ini, yang menurut Pyongyang juga menggunakan rudal hipersonik.

Pejabat militer di Korea Selatan mencatat beberapa “perbaikan” yang dilakukan pada rudal tersebut sejak uji coba itu. Mereka mengatakan bahwa rudal itu memiliki kecepatan Mach 10, atau 10 kali kecepatan suara.

Pada peluncuran sebelumnya, yang tidak dihadiri Kim, rudal itu dilaporkan telah meluncur dengan kecepatan Mach 6.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyuarakan keprihatinan setelah uji coba terbaru Korea Utara tersebut. Moon menyebut uji coba itu "mengkhawatirkan" dan meminta para pejabat untuk "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan tidak ada ketegangan lebih lanjut dalam hubungan antar-Korea.”

Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, sementara itu, mengatakan "mengetahui" uji coba Selasa, mengklaim itu menyoroti "dampak destabilisasi dari program senjata gelap (Korea Utara)". Meski begitu mereka menambahkan bahwa peluncuran itu tidak menimbulkan ancaman bagi personel atau wilayah AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini