Share

Kemlu RI: 3 Fokus Utama Diplomasi Perlindungan WNI di Luar Negeri pada 2022

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Kamis 13 Januari 2022 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 18 2531809 kemlu-ri-3-fokus-utama-diplomasi-perlindungan-wni-di-luar-negeri-pada2022-DetfyN94if.jpg Press briefing Kemlu RI di Jakarta (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha mengatakan bahwa pandemi Covid-19 juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Mesin pelindungan terus kita perkuat untuk membantu WNI yang berada di luar negeri,” kata Judha dalam press briefing Kemlu RI di Jakarta (13/1/2022).

Ia mengatakan pemerintah juga memperkuat sistem pelindungan baik dalam penguatan infrastruktur hingga pembentukan kerja sama bilateral maupun norm setting di level multilateral. Untuk tahun 2022, dengan kompleksitas kasus pelindungan yang tinggi maka fokus utama diplomasi pelindungan WNI dibagi dalam tiga cara.

Baca juga: Kemlu RI: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Yakni pertama, percepatan transformasi digital. Langkah ini termasuk meningkatkan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) pelindungan serta pengembangan kerangka hukum dan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

Kemlu RI akan melakukan percepatan transformasi digital dengan cara Integrasi Safe Travel dengan Peduli Lindungi dan penguatan Integrated Data Operating Center (IDOC) untuk mengelola Big Data Pelindungan. “Kita telah memiliki dua platform digital utama ini nanti akan menjadi sebuah big data untuk memberikan data yang akurat bagi pengambilan kebijakan,” terangnya.

 Baca juga: Perlindungan WNI di Luar Negeri Jadi Perhatian Utama

Selain itu, Kemlu juga melakukan pembangunan data awal pemilu luar negeri guna pemutakhiran data.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“KPU akan minta data potensial pemilih Pemilu 2024 kepada Kemlu bulan Oktober tahun ini jadi pemutakhiran data menjadi salah satu prioritas kita,” lanjutnya.

Kedua, dia menyatakan bahwa Kemlu RI terus berupaya melakukan peningkatan infrastruktur dan SDM pelindungan pembangunan Indonesia Seafarers’ Corner di Busan, Korea Selatan.

“Tahun 2021 kita bangun di Taiwan, tahun ini kita akan coba bangun di Busan Korea Selatan kita lakukan penguatan kelola shelter di perwakilan RI, termasuk penguatan kapasitas diplomat yang responsive,” ujarnya.

Ketiga, Kemlu RI sedang berupaya melakukan pengembangan kerangka hukum dan kerja sama nasional dan internasional beberapa di antaranya yakni MoU Integrasi sistem informasi K/L.

“Untuk memudahkan layanan semakin cepat responsif dan akurat,” tambahnya.

Ia menuturkan bahwa Kemlu RI juga sebagai pemerkasa Finalisasi Guidelines IMO-ILO untuk kasus penelantaran pelaut yang akan diupayakan dfinalisasi tahun ini dan memperkuat standar pelindungan pekerja migran dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, MoU Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saat ini kita sedang melakukan MoU penempatan di Malaysia untuk penempatan sektor domestik,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini