PVBMG Sebut Luasan Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru Bertambah

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 340 2532098 pvbmg-sebut-luasan-kawasan-rawan-bencana-gunung-semeru-bertambah-LMmH2HM4em.jpg Illustrasi (foto: MNC Portal)

MALANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) memperbarui peta kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru. Dimana pada revisi peta KRB ini didasari pada berbagai aspek dan kajian keilmuan, yang membuat kawasan rawan bencana di Gunung Semeru meluas.

Kepala PVBMG Andiani menuturkan, revisi peta KRB ini dibuat dengan skala 1 : 25.000, berdasarkan hasil pemantauan dan analisa kondisi terkini Gunung Semeru pasca erupsi pada 4 Desember 2021 hingga saat ini. Nantinya peta ini akan memperbarui peta kawasan terdampak Gunung Semeru yang sebelumnya dibuat di tahun 1996.

"Kami melibatkan kurang lebih 30 ahli dari berbagai disiplin ilmu kebumian, para ahli ini ini bukan hanya dari PVBMG tapi juga dari ahli-ahli yang bekerja pusat air tanah dan geologi tata lingkungan," kata Andiani melalui konferensi pers virtual, Jumat (14/1/2022).

Baca juga:  Gunung Semeru Kembali Luncurkan 2 Kali APG pada Dini Hari

Andiani menjelaskan perubahan signifikan pada peta KRB terjadi pada area terdampak kawasan yang masuk rawan bencana. Dimana berdasarkan peta KRB tahun 1996, luasan area 72,6 hektar di sektor tenggara Gunung Semeru, yang menjadi kawasan terdampak pasca erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 lalu.

"Kawasan rawan bencana bertambah luas menjadi 80, 43 hektar. Ini berarti terjadi penambahan sebanyak 12,5 hektar. Pemetaan yang kami lakukan atau revisi yang kami lakukan, memang ada perubahan - perubahan area yang dahulu merupakan KRB dua, sekarang berubah menjadi KRB tiga, area yang dahulunya bukan merupakan KRB dan sekarang menjadi daerah KRB dua," paparnya.

 Baca juga: Hari ini, Tercatat 10.400 Warga Tersebar di 406 Titik Pengungsian Paska Bencana Semeru

Perubahan peta KRB ini juga otomatis mempengaruhi luasan area desa-desa di sekitar kawasan Gunung Semeru yang terdampak. Beberapa desa seperti Desa Supiturang, Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengalami perluasan area yang masuk kawasan rawan bencana. Dimana di desa - desa tersebut saat ini masuk KRB tiga atau sering terjadi aliran awan panas, aliran lava, hingga lontaran material lainnya.

Sementara sebagian dari wilayah di desa itu masuk KRB dua yang berarti memiliki potensi kemunculan bencana, baik karena awan panas, aliran lava, hingga aliran lahar.

"Pada desa terutama untuk Kecamatan Pronojiwo untuk Desa Supiturang terjadi perubahan luas terdampak bertambah menjadi 9, 19 kilometer persegi, pertambahan luas 0,03 KM persegi. Pada Kecamatan candipuro terutama Desa Sumberwuluh terjadi penambahan seluas 3,28 KM persegi," jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan, agar tak ada aktivitas di sepanjang area sekitar puncak Gunung Semeru, atau pada daerah bukaan sepanjang 5 kilometer dari permukaan, atau pada daerah yang merupakan daerah aliran awan panas guguran, diantaranya Besuk Kobokan hingga jarak 17 kilometer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini