Share

28 Pekerja Imigran Ilegal Gagal Pergi ke Malaysia

Antara, · Rabu 19 Januari 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 340 2534211 28-pekerja-imigran-ilegal-gagal-pergi-ke-malaysia-UwSP7PvImH.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

PEKANBARU - Polres Dumai menangkap tiga orang diduga pelaku sindikat perdagangan manusia dengan modus menyelundupkaKapal PMI Ilegal Ternyata Juga Dipakai Buat Ambil Sabu dari Malaysian, atau mengirimkan 28 pekerja imigran secara ilegal ke Malaysia.

"Ketiga pelaku masing-masing Zu (47) dan SI (19) warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai serta Su (31) Kelurahan Makeruh Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis," kata Kapolres Dumai, AKBP Muhammad Kholid kepada wartawan di Dumai, Selasa (18/1/2022).

Baca juga:  Kapal PMI Ilegal Ternyata Juga Dipakai Buat Ambil Sabu dari Malaysia

Dia mengatakan, penangkapan ketiga pelaku tim Opsnal Polres Dumai di dua tempat kota yakni Kota Dumai dan di Kota Pekanbaru.

Penangkapan para pelaku, katanya, berawal dari informasi yang didapatkan dari bahwa warga setempat yang melaporkan kecurigaan terhadap aktivitas di sebuah rumah kontrakan di Jalan Tengku Said Umar, Kelurahan Ratu, Sima Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai.

"Selanjutnya, tim Opsnal Polres Dumai melakukan penyelidikan dan setelah ditemukan bukti kuat langsung mengamankan ke 28 pekerja imigran," katanya.

Baca juga: Kapal Perang TNI AL Temukan Mayat Mengambang di Laut Lepas

Dari keterangan para pekerja imigran, selanjutnya dilakukan pendalaman dan melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku masing-masing Zu, SI dan Su, pada Rabu (12/1).

"Zu kita tangkap di Dumai dan SI serta Su ditangkap saat di Pekanbaru," ungkap Kholid.

Dari keterangan para pelaku, mereka berencana akan menyelundupkan ke 28 pekerja imigran ke Malaysia, melalui jalur tidak resmi.

Menurut keterangan para pelaku, para pekerja imigran yang akan diselundupkan ini berasal dari seperti dari pulau Jawa, Lampung, NTB dan Aceh.

"Untuk biaya yang dipungut para pelaku, setiap pekerja imigran harus membayar Rp5 juta," kata Kholid dan menambahkan kejahatan ketiga tersangka bisa dijerat UU No 18 tahun 2017 pasal 81 dan 83 kurungan 10 tahun atau denda 15 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini