Share

Peru Selidiki Tumpahan Minyak yang Diklaim Akibat Gempa dan Tsunami di Tonga

Antara, · Rabu 19 Januari 2022 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534726 peru-selidiki-tumpahan-minyak-yang-diklaim-akibat-gempa-dan-tsunami-di-tonga-Lb45LMKkdt.jpg Peru selidiki tumpahan minyak di laut yang diklaim akibat gempa dan tsunami di Tonga (Foto: AFP)

LIMA - Kejaksaan Peru pada Selasa (18/1) membuka penyelidikan terhadap sebuah unit perusahaan energi asal Spanyol, Repsol terkait tumpahan minyak di sebuah kilang lokal.

Tumpahan minyak itu diduga disebabkan oleh gelombang besar yang tidak biasa akibat letusan gunung berapi dan tsunami pada akhir pekan lalu di Tonga, yang berjarak sekitar 10.000 kilometer.

Menteri Lingkungan Peru memberi waktu dua hari kepada kilang La Pampilla untuk mengidentifikasi titik-titik kritis tumpahan minyak serta untuk membersihkan tumpahan minyak yang memengaruhi berkilo-kilometer garis pantai dalam sepuluh hari.

Tumpahan minyak mentah berwarna hitam terlihat mengambang, membentang sekitar tiga kilometer di sepanjang garis pantai.

Baca juga: Usai Dihantam Gempa dan Tsunami, Bantuan Internasional Pertama Akan Tiba di Tonga pada Jumat Ini

Tumpahan minyak itu berdampak pada pantai di tiga distrik pesisir, yaitu menyebabkan pencemaran laut serta membunuh burung-burung dan mikroorganisme laut.

"Keadaan ini mengkhawatirkan karena sangat sulit untuk diperbaiki," kata Menteri Lingkungan Hidup Peru Ruben Ramirez dalam konferensi pers.

Baca juga:  Kerusakan Akibat Tsunami di Tonga Hambat Pengiriman Bantuan

Dia mengatakan denda yang dikenakan kepada pihak perusahaan kilang minyak itu bisa mencapai hingga USD33 juta (sekitar Rp474 miliar) jika terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.

Ramirez pada Senin (17/1) mengatakan bahwa tumpahan minyak terjadi setelah sebuah kapal diguncang gelombang besar yang tidak biasa ketika sedang menurunkan minyak mentah ke Kilang La Pampilla, yang dimiliki oleh perusahaan Repsol asal Spanyol.

Lembaga Pertahanan Sipil Nasional Peru menyatakan bahwa mereka telah mengendalikan tumpahan minyak tersebut.

Pada Minggu (16/1), pihak Kilang La Pampilla mengakui ada "tumpahan minyak dalam jumlah terbatas".

Pada Selasa (18/1), pihak La Pampilla mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka telah mengerahkan penghalang untuk menahan tumpahan minyak di daerah-daerah yang terkena dampak dan minyak mentah yang tumpah dikumpulkan sesuai dengan protokol yang berlaku.

"Upaya sedang dilakukan untuk mengembalikan wilayah pesisir ke keadaan semula. Lebih dari 200 orang yang dibagi menjadi beberapa kru dengan peralatan khusus sedang melakukan perbaikan di pantai Cavero, Baha Blanca, dan Santa Rosa," ujar pengelola kilang tersebut.

Seperti diketahui, sebuah gunung berapi bawah laut dekat Tonga meletus pada Sabtu (15/1) hingga memicu peringatan tsunami dan perintah evakuasi di Jepang dan menyebabkan gelombang besar di beberapa pulau dan wilayah di Pasifik Selatan.

Pada akhir pekan itu, dua orang juga tenggelam di pantai-pantai Peru akibat ombak yang tidak biasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini