Share

Jika Maju Lagi, Biden Pastikan Harris Akan Jadi Pendamping di 2024

Agregasi VOA, · Jum'at 21 Januari 2022 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 18 2535466 jika-maju-lagi-biden-pastikan-harris-akan-jadi-pendamping-di-2024-SotWZDQNjf.jpg Presiden AS Joe Biden dan Wapres Kamala Harris (Foto: AP)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (19/1) mengatakan Wakil Presiden Kamala Harris akan menjadi pasangannya dalam pemilu presiden 2024 jika kelak ia mencalonkan diri lagi.

“Ia akan menjadi pasangan saya,” ujar Biden tentang Harris dalam konferensi pers yang dilangsungkan untuk menandai tahun pertama kepresidenannya.

Pada pertengahan Desember lalu Harris mengatakan ia dan Biden belum membahas pemilu tahun 2024, di tengah spekulasi bahwa ia mungkin tidak mencalonkan diri jika Biden memilih untuk tidak mencalonkan diri lagi.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ketika ditanya tentang kemungkinan Biden – yang kini berusia 79 tahun – mencalonkan diri kembali, Harris menjawab dirinya belum memikirkan dan membicarakan hal itu.

Baca juga: Biden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan pada 1 Maret

Harris menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama dan sekaligus warga Amerika keturunan Asia dan warga kulit hitam pertama yang dilantik menjadi wakil presiden, yang awalnya tampaknya dipersiapkan menjadi pengganti.

 Baca juga: Satu Tahun Memerintah AS, Apa Saja yang Telah Dicapai Biden?

Namun pamornya mulai surut di tengah berita-berita negatif yang menuduh disfungsi staf-nya, keraguan tentang posisinya dalam pemerintahan dan rasa frustrasinya menghadapi tugas yang sulit – seperti soal akses suara kelompok minoritas dan krisis migrasi di selatan perbatasan Amerika.

Biden membela kinerja Harris dalam menangani hak suara. "Saya memang menugaskannya dan saya pikir ia telah melakukan pekerjaannya dengan baik," ujarnya.

Biden mendorong Kongres untuk meloloskan dua undang-undang utama yang akan memperluas akses untuk memberikan suara, menekan negara-negara bagian yang berusaha mengubah undang-undang pemungutan suara, dan melindungi pejabat pemilu dari pengaruh yang tidak semestinya.

Partai Demokrat dan aktivis-aktivis hak pilih telah memperjuangkan langkah-langkah itu sebagai tanggapan terhadap upaya Partai Republik untuk membatasi pemungutan suara, terutama di kalangan warga kulit hitam dan Amerika Latin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini