Share

Mantan Paus Benediktus Dituduh Gagal Bertindak Atas 4 Kasus Pelecehan Seksual Anak

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 18 2535489 mantan-paus-benediktus-dituduh-gagal-bertindak-atas-4-kasus-pelecehan-seksual-anak-xOdDneNxvf.jpg Mantan Paus Benediktus XVI (Foto: Reuters)

MUNICH - Menurut dugaan penyelidikan Jerman terhadap Gereja Katolik, mantan Paus Benediktus XVI gagal bertindak atas empat kasus pelecehan seksual anak ketika dia menjadi Uskup Agung Munich.

Paus Benediktus, yang saat itu dipanggil Josef Ratzinger, memegang posisi itu dari 1977 hingga 1982. Namun dia telah membantah tuduhan itu.

Tetapi sebuah laporan baru tentang tuduhan pelecehan historis yang dilakukan oleh firma hukum Jerman menuduh mantan paus itu.

Berbagai kasus pelanggaran diduga terus berlanjut di bawah masa jabatannya. Para pendeta yang terkait pelecehan seksual itu juga dituduh tetap aktif dalam peran gereja.

Baca juga: Gereja Katolik Akan Lakukan Penyelidikan Pelecehan Seksual Anak Sejak 80 Tahun Lalu

Laporan baru dari firma hukum Jerman Westpfahl Spilker Wastl ini ditugaskan oleh Gereja Katolik.

"Dua dari kasus ini menyangkut pelanggaran yang dilakukan selama masa jabatannya dan diberi sanksi oleh negara," kata pengacara Martin Pusch saat mengumumkan laporan tersebut.

Baca juga: Paus Tolak Pengunduran Diri Uskup Agung Jerman Terkait Banyaknya Kasus Pelecehan Seksual

"Dalam kedua kasus tersebut, para pelaku tetap aktif dalam pelayanan pastoral,” lanjutnya.

Dalam satu contoh, diduga Paus tahu tentang seorang pendeta yang dituduh melakukan pelecehan terhadap anak laki-laki yang dipindahkan ke keuskupannya, tetapi kemudian terus bekerja dalam peran pastoral. Kegiatan ini sering melibatkan aktivitas seperti mengunjungi dan mendukung orang-orang di dalam komunitas.

Mantan paus dilaporkan telah mengirimkan puluhan halaman jawaban atas pertanyaan firma hukum. Dia menyatakan dukungan untuk penyelidikan tersebut tetapi menyangkal pengetahuan atau kurangnya tindakan seputar tuduhan pelecehan tersebut.

Laporan tersebut, berisi risalah yang sangat menyarankan dia hadir pada pertemuan ketika hal itu dibahas.

Diketahui, mantan paus, sekarang berusia 94 tahun, menjadi pemimpin gereja pertama yang mengundurkan diri dalam lebih dari 600 tahun pada tahun 2013, dengan alasan kelelahan. Sejak itu, ia menjalani kehidupan yang tenang di Kota Vatikan dan dikenal sebagai paus emeritus.

Sementara itu, Vatikan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan memeriksa rincian laporan itu setelah diterbitkan.

"Saat kami mengulangi rasa malu dan penyesalan atas pelecehan terhadap anak di bawah umur oleh para imam, Takhta Suci mengungkapkan dukungannya untuk semua korban dan menegaskan jalan untuk melindungi anak di bawah umur, menjamin ruang aman bagi mereka," tambah Vatikan.

Sebuah laporan sebelumnya tentang pelecehan historis di Jerman menyimpulkan bahwa lebih dari 3.600 orang di seluruh negeri telah dilecehkan oleh anggota pendeta antara tahun 1946 dan 2014. Banyak dari korban masih sangat muda dan menjabat sebagai putra altar.

Laporan baru yang menyelidiki wilayah Munich dan Freising secara khusus menemukan setidaknya 497 korban pelecehan dari tahun 1945 hingga 2019.

Selain mantan paus, laporan tersebut mengkritik tokoh gereja lainnya, termasuk uskup agung wilayah tersebut saat ini, Kardinal Reinhard Marx. Dia dinyatakan gagal bertindak dalam dua kasus dugaan pelecehan.

Kardinal itu sudah mengajukan pengunduran diri ke Paus Fransiskus pada Juni 2021, dengan mengatakan dia harus berbagi tanggung jawab atas "bencana" pelecehan yang terungkap.

Paus Fransiskus, menolak untuk menerima pengunduran diri itu. Beberapa hari sebelumnya, Paus telah mengubah hukum pidana Vatikan dan memperkuat sikap gereja terhadap pelecehan seksual.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini