Share

Pengedar Narkoba di Lubuklinggau Simpan Sabu dalam Kaleng Susu Anak

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 21 Januari 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 340 2535790 pengedar-narkoba-di-lubuklinggau-simpan-sabu-dalam-kaleng-susu-anak-gEXjsLH22N.jpg Bandar narkoba simpan narkoba dalam kaleng susu anak. (Foo: Era Neizma)

LUBUKLINGGAU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, berhasil menangkap pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Senin (17/1/2022) sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku yakni Jaka Andika Nugraha (25) warga Kelurahan Karya Bhakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sabu sebesar 330,69 gram dan 10 butir pil ektasi.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi mengatakan, penangkapan sendiri berawal informasi masyarakat dugaan adanya transaksi narkoba.

"Sehingga anggota kami melakukan penyelidikan dengan undercover buy di lokasi pelaku akan transaksi di Kelurahan Mesat Jaya dan didapati barang bukti sabu-sabu seberat 30 gram,"kata AKBP Himawan kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Usai penangkapan, selanjutnya petugas melakukan pengembangan di rumah pelaku di Kelurahan Karya Bhakti.

Dari hasil pengembangan dirumah Kata Himawan, petugas berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 300 gram dan juga pil ektasi 10 butir yang disimpan pelaku dalam kaleng susu anak-anak dan diletakkan di lemari kamarnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan uang sebesar Rp1 juta, timbangan digital, plastik klip kosong dan HP.

Baca juga: Polda Riau Gagalkan Peredaran Sabu 80 Kilogram

"Kemudian yang bersangkutan diamankan di BNN Lubuklinggau guna proses lebih lanjut," ujarnya.

Pelaku diduga adalah pengedar narkoba karena ditangkap saat akan melakukan transaksi.

"Karena tindak pidana narkoba, untuk penetapan statusnya bisa saja dia kurir karena dia sedang mengantar, bisa juga disebut pengedar saat ditangkap sedang edarkan, dan kalau dikatakan bandar juga bisa, karena dirumahnya ditemukan narkoba," tegasnya.

Dia juga menyebut jika pelaku akan mengedarkan sabu di seputaran Lubuklinggau. Namun soal asal narkoba, Himawan tidak mau menyebutkan dan pihaknya masih melakukan pengembangan.

Sementara pelaku mengaku baru dua kali mengantarkan narkoba. Dia mengaku barang haram tersebut adalah titipan orang. Pelaku juga mengaku tidak tahu berapa upah yang dia dapatkan.

Saat ditanya wartawan, pelaku memberikan jawaban yang berbelit-belit. Awalnya dia menyebut mengantarkan narkoba hanya di Kota Lubuklinggau. Setelah didalami, pelaku mengakui pernah mengantarkan pil ektasi sebanyak 100 butir ke daerah Tanjung Sanai.

Bahkan dia juga pernah mengantarkan narkoba jenis sabu seberat 100 gram ke wilayah Muratara dan diakuinya mendapat upah sebesar Rp500 ribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini