JAKARTA – Pada 22 Januari 1915 kecelakaan kereta api yang terjadi di Guadalajara, Meksiko menyebabkan kematian lebih dari 600 orang. Bencana itu terjadi karena rem yang blong saat kereta berjalan menuruni turunan yang curam.
Insiden ini terjadi di saat Revolusi Meksiko tengah mencapai puncaknya.
BACA JUGA: Kisah Kecelakaan Kereta karena Salah Sinyal, Tewaskan 31 Orang
Kereta yang itu mengangkut penumpang dari Colima ke Guadalajara di pantai pasifik itu terdiri dari 20 gerbong yang dikhususkan bagi keluarga pasukan Presiden Meksiko Venustiano Carranza. Kereta itu penuh sesak dengan jumlah penumpang diyakini mencapai 900 orang, banyak yang berpegangan di atap, bahkan ada yang berada di bawah kereta.
BACA JUGA: Terbunuhnya Tokoh Revolusi Meksiko, Emiliano Zapata
Di satu titik antara Colima dan Guadalajara, masinis kehilangan kontrol kereta karena rem yang blong. Saat kereta semakin cepat melaju di turunan yang curam, beberapa orang terlempar jatuh saat kereta melewati tikungan.
Pada akhirnya kereta itu tergelincir dari rel dan masuk ke sebuah ngarai di dekat Guadalajara, menyebabkan kematian lebih dari 600 penumpangnya, banyak yang terlempar saat kereta berbelok.
Sekira 300 orang selamat dari kecelakaan itu.
Sejumlah tentara Caranza yang berada di Guadalajara bunuh diri saat menerima kabar kematian keluarga dan kerabat mereka. Ada juga yang berumpah membalas dendam pada kru kereta, yang juga tewas dalam kecelakaan itu.
Tragedi ini masih tercatat sebagai kecelakaan kereta api terburuk yang pernah terjadi di Amerika Utara.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.