Share

Diam-Diam Rekam Model di Kamar Hotel dalam Pemotretan Palsu, Polisi Ini Dipenjara 3 Tahun

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 18 2536168 diam-diam-rekam-model-di-kamar-hotel-dalam-pemotretan-palsu-polisi-ini-dipenjara-3-tahun-FeQmr7J7qj.jpg Polisi Inggris dihukum penjara 3 tahun usai merekam model secara diam-diam di kamar hotel (Foto: Met Police)

INGGRIS - Seorang detektif kontra-terorisme kepolisian Inggris (Met Police) yang diam-diam merekam model selama pemotretan palsu telah dihukum penjara selama tiga tahun.

Detektif Inspektur Neil Corbel melakukan kejahatannya di kamar hotel dan Airbnb di London, Brighton dan Manchester, Inggris. Pria berusia 40 tahun itu mengakui 19 tuduhan voyeurisme, yakni mendapatkan kenikmatan seksual saat menonton orang lain telanjang atau terlibat dalam aktivitas seksual.

Dia menggunakan kamera di kotak tisu, pengisi daya telepon, dan kacamata untuk merekam wanita itu. Pengadilan Crown Court Isleworth mendengar kehidupan seorang model telah "benar-benar hancurโ€ akibat kejadian itu.

Ketika menjatuhkan hukuman untuk Corbel, Hakim Martin Edmunds QC menunjuk pada pernyataan dampak yang dia dengar, termasuk dua korban lainnya yang mengatakan kepada pengadilan tentang kesulitan hidup mereka.

Baca juga:ย Polisi: Pangeran Andrew Tidak Lakukan Pelecehan Seksual, Tapi Citranya Jadi Buruk di Mata Publik

Pengadilan mendengar jika polisi ini merupakan pecandu seks yang saat kejadian itu mengaku sebagai pilot maskapai penerbangan yang tertarik dengan fotografi. Dia bertemu banyak korbannya melalui agen online bernama PurplePort dan mengatur pemotretan dengan mereka.

Jaksa Babatunde Alabi mengatakan 16 wanita adalah model yang dipesan oleh Corbel, sementara tiga lainnya adalah pendamping atau pekerja seks yang menyetujui aktivitas seksual tetapi tidak setuju untuk direkam.

Baca juga:ย Polisi Buru Fotografer yang Memotret Sekelompok Model Tanpa Busana di Balkon

"Jelas bahwa pengungkapan kepada korban Anda bahwa Anda adalah seorang perwira polisi yang melayani bagi banyak dari mereka secara serius merusak kepercayaan mereka pada polisi - sesuatu yang orang-orang itu, mengingat berbagai bidang pekerjaan mereka, adalah masalah yang sangat serius. masalah, sama seperti pengungkapan pelanggaran Anda harus berdampak pada kepercayaan public,โ€ terang Hakim Edmunds.

Melalui pengadilan, sang model mengaku stres dan kepalanya terlihat botak karena kerap mencabuti rambutnya.

"Pengalaman ini telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan saya,โ€ terang sang model.

"Saya terbiasa mengambil risiko yang diperhitungkan, sekarang saya menolak peluang,โ€ lanjutnya.

"Saya telah menjalani terapi sejak itu. Saya paranoid dan gelisah dan mengalami serangan panik. Saya seorang model dan sebagian besar pekerjaan ini dibangun di atas rasa saling percaya,โ€ ujarnya.

"Saya telah mencabut begitu banyak rambut saya sendiri karena stres sehingga saya memiliki bintik-bintik botak dan akibatnya harus menolak pekerjaan,โ€ ungkapnya.

Wanita lain yang menjadi korban Corbel juga memberikan pengakuan. "Fakta bahwa dia adalah seorang polisi adalah masalah besar. Orang-orang ini dimaksudkan untuk melindungi kita. Setelah pembunuhan Sarah Everard, ini terasa sangat menakutkan saat menjadi seorang wanita. Jika polisi tidak bisa melindungi kita, apa yang bisa kita lakukan?,โ€ terangnya.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap setelah seorang korban menantang Corbel pada 2019 setelah menemukan sepasang kacamata yang memiliki port pengisian daya saat dia memijatnya.

Dia akhirnya ditangkap setelah seorang wanita curiga bahwa jam digital di kamar hotel mungkin berisi kamera.

Kasus ini dipindahkan ke pengadilan Crown Court untuk dijatuhi hukuman karena beratnya kejahatan polisi, yang terjadi antara 2017 dan 2020.

Sementara itu, dalam mitigasi, pengacara Corbel, Edward Henry QC berpendapat bahwa kecanduan seks yang didiagnosis kliennya adalah faktor dalam kejahatannya.

Henry mengatakan kepada pengadilan, kecanduan Corbel dimulai pada masa kecilnya dan pada akhirnya mengakhiri karir kepolisian selama 13 tahun.

โ€œAkarnya adalah dalam kehidupan prapubertasnya yang membuatnya kewalahan, menghancurkan karirnya, hampir menghancurkannya dan melukai istri dan keluarganya yang tidak layak dan setia,โ€ jelasnya.

"Fakta bahwa dia adalah seorang polisi tidak ada hubungannya dengan eksekusi pelanggaran ini,โ€ ujarnya.

"Tidak ada satu sen pun uang polisi yang disalahgunakan. Juga tidak pernah dilakukan pada saat dia menjabat sebagai polisi,โ€ tambahnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini