Share

Banjir Rendam 964 Rumah Warga di Cirebon

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 340 2536157 banjir-rendam-964-rumah-warga-di-cirebon-rNMKZwZGef.jpg Banjir Cirebon (Foto: BNPB)

JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatnya Sungai Ciberes dan beberapa wilayah irigasi meluap sehingga menyebabkan banjir merendam 964 rumah warga di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat 21 Januari 2022, pukul 19.00 WIB.

"Banjir dengan tinggi muka air 20 sampai 150 cm merendam tiga desa di kecamatan tersebut, antara lain Desa Ciuyah, Gunung Sari dan Mekarsari," Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Sabtu (22/1/2022).

Selain itu, banjir juga merendam fasilitas pendidikan, meliputi satu unit Sekolah Dasar, satu unit taman kanak-kanak, dua unit pendidikan anak usia dini, satu unit sekolah menengah pertama dan dua unit Madrasah Ibtidaiyah.

Adapun dua unit tempat ibadah dan empat unit mushola turut terendam akibat peristiwa ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melaporkan sebanyak 3.783 warga terdampak banjir. BPBD serta aparat desa setempat melakukan proses evakuasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu karet. Tidak ada laporan korban jiwa dan luka-luka akibat insiden ini.

Kondisi terkini, Sekretaris Desa Ciuyah melaporkan wilayahnya telah berangsur surut dan tinggi muka air terkini sekitar 10 sampai 30 sentimeter.

Baca juga: BNPB: Banjir Jember Kini Meluas hingga Lima Kecamatan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini per 22 sampai 24 Januari 2022 untuk Kabupaten Cirebon meliputi potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari.

Baca juga: Rincian Kerusakan Akibat Angin Kencang di Situbondo, dari Ringan hingga Berat

Kajian inaRISK menunjukan Kabupaten Cirebon memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 39 kecamatan.

Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan aparat daerah setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca hujan yang masih berlangsung hingga puncaknya di bulan Februari mendatang.

Langkah-langkah kesiapsiagaan juga dapat dilakukan dengan membersihkan material yang menghambat aliran atau saluran air disekitar sungai atau daerah irigasi, memantau peningkatan debit air ketika curah hujan lebat serta membuat rencana kedaruratan dengan mempersiapkan langkah maupun tempat evakuasi yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Sejumlah Rumah Warga di Situbondo Rusak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini