“Tim ORAT bersama stakeholder antara lain Kementerian Perhubungan, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, AirNav Indonesia, maskapai dan ground handling telah menyusun skenario perpindahan sejak sekitar dua bulan lalu. Pada hari ini juga telah dilakukan rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder guna memuluskan skenario perpindahan operasional yang sudah disetujui seluruh pihak,” kata Dirut AP II Muhammad Awaluddin saat dihubungi MPI, Senin (24/1/2022).
Menurut Muhammad Awaluddin terdapat 21 operator penerbangan yang akan dipindahkan dari Bandara Halim dengan total jumlah armada 67 unit pesawat.
“Dengan rincian terdiri dari 2 maskapai niaga berjadwal, 17 maskapai niaga tidak berjadwal dan 2 maskapai kargo, ditambah juga 12 unit pesawat militer yang akan berpindah operasional dari Bandara Halim Perdanakusuma ke bandara penerima," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)