Share

Bos WHO Dituduh Rasis, Hina Staf Berdasarkan Kebangsaan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 18 2539392 bos-who-dituduh-rasis-hina-staf-berdasarkan-kebangsaan-T1uQ6DE5pa.jpg Pimpinan WHO Pasifik Barat Takeshi Kasai (Foto: AP)

JENEWA - Staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan menuduh Direktur utama badan tersebut di Pasifik Barat  Takeshi Kasai, telah menciptakan 'toxic' atmosfer yang penuh dengan bahasa rasis dan "perundungan sistemik" terhadap pandemi Covid-19 di markas besarnya di Manila, Filipina.

Dalam email internal yang dilaporkan dikirim ke pimpinan senior WHO minggu lalu, karyawan menuduh direktur telah membiarkan budaya intimidasi sistemik dan ejekan publik berkembang di kantor.

The Associated Press (AP) melaporkan bahwa surat itu termasuk "rekaman cuplikan pertemuan" ketika Kasai "terdengar membuat komentar menghina staf berdasarkan kebangsaan."

Dalam satu contoh, yang dijelaskan dalam pengaduan, Kasai diduga telah “secara agresif menanyai” seorang karyawan tentang apakah dia “tidak mampu memberikan presentasi yang baik karena dia orang Filipina.” Staf juga menuduh bahwa Kasai menghubungkan peningkatan kasus Covid di beberapa negara Pasifik dengan kurangnya kapasitas karena budaya, ras, dan tingkat sosial ekonomi mereka yang lebih rendah.

Baca juga: Jerman Tarik Peleton dari Misi NATO Terkait Kasus Rasisme dan Serangan Seksual

Namun Kasai telah membantah tuduhan itu. “Saya bertanya ke banyak dari diri saya sendiri, dan staf kami ... tetapi itu tidak boleh membuat orang merasa tidak dihargai,” terangnya kepada AP.

Ketika ditanya sikap kerasnya pada seseorang karyawan, dia menegaskan tidak menargetkan staf dari kebangsaan tertentu.

Baca juga: Beri Komentar Rasis ke Pengemudi Uber, Influencer Australia Minta Maaf

Dia juga menyatakan komitmennya untuk lingkungan kerja yang positif.

Seorang ilmuwan WHO yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AP bahwa Kasai telah membantu Jepang memutuskan bagaimana menyumbangkan vaksin ke tetangganya – dan mendapatkan keuntungan politik.

Ilmuwan itu dilaporkan menambahkan bahwa Kasai juga telah menekan staf WHO untuk memprioritaskan vaksin yang disumbangkan dari negara asalnya daripada inisiatif COVAX yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun Kasai telah membantah kedua tuduhan tersebut.

Meskipun para staf mengklaim bahwa mereka telah secara menyeluruh mengajukan pengaduan melalui berbagai mekanisme pengawasan PBB, namun mereka mengatakan tidak ada penyelidikan yang dimulai.

Sementara itu, WHO mengatakan kepada AP bahwa mereka mengambil semua langkah yang tepat untuk menindaklanjuti masalah ini. Kasai pun berjanji untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan apa pun terhadap masalah staf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini