"Satu generasi anak akan tertinggal jika kita tidak membuka sekolah kita sekarang,” ujarnya.
CNN telah menghubungi kantor Baijal untuk memberikan komentar tetapi tidak menerima tanggapan.
India adalah yang negara kedua setelah Uganda yang menutup sekolah karena Covid-19.
Menurut sebuah laporan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), India menutup sekolahnya selama 82 minggu -- atau 574 hari -- antara Maret 2020 dan Oktober 2021. Uganda menutup ruang kelas selama 83 minggu.
Tetapi penutupan sekolah di India tidak berlaku sama di seluruh negeri, karena setiap negara bagian bertanggung jawab menerapkan pembatasan mereka sendiri.
Pada Maret 2021, pemerintah India meloloskan undang-undang kontroversial yang memberikan kekuasaan besar kepada wakil gubernur Delhi yang tidak terpilih untuk menyetujui semua keputusan eksekutif di wilayah ibu kota.
Pada saat itu, Ketua Menteri terpilih Delhi Arvind Kejriwal mengkritik undang-undang tersebut sebagai "tidak konstitusional" dan "anti-demokrasi," mengklaim langkah BJP akan "secara drastis membatasi" kekuasaan pemerintah perwakilan.