"Perkawinan anak meningkat, kekerasan terhadap anak meningkat, gizi adalah masalah besar karena banyak anak kita bergantung pada makanan sekolah," lanjutnya.
"Kenyataannya adalah kita akan memasuki dua tahun penutupan sekolah. Anak-anak baru saja kehilangan begitu banyak pembelajaran,” terangnya.
Tapi masalahnya tidak terbatas pada kota. Sebuah survei pada 2021 terhadap 1.400 rumah tangga oleh Lembaga Swadaya Manusia (LSM) lokal Road Scholarz menemukan hanya 8% anak-anak di pedesaan India yang belajar online secara teratur, sementara 37% tidak belajar sama sekali -- sebagian besar karena mereka tidak memiliki akses ke komputer dan smartphone.
Anak perempuan semakin terpinggirkan. Menurut Forum Hak untuk Pendidikan LSM, diperkirakan 10 juta gadis sekolah menengah di India dapat putus sekolah karena pandemi -- menempatkan mereka pada risiko kemiskinan, pernikahan anak, perdagangan manusia, dan kekerasan.
"Kita harus siap bahwa dampak ini akan berlangsung jangka panjang,” tambahnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.