Share

Ukraina Kian Memanas, Presiden: Negara Barat Jangan Bikin Panik

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 29 Januari 2022 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 18 2539792 ukraina-kian-memanas-presiden-negara-barat-jangan-bikin-panik-7YnFfHaOGc.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Reuters)

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Barat untuk tidak membuat kepanikan di tengah penumpukan pasukan Rusia di perbatasan negaranya.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa peringatan invasi yang akan segera terjadi menempatkan ekonomi Ukraina dalam bahaya.

Diketahui, Rusia memiliki sekitar 100.000 tentara di perbatasan Ukraina. Namun Zelensky mengatakan dia tidak melihat ancaman yang lebih besar sekarang daripada selama pengumpulan pasukan serupa musim semi lalu.

"Ada sinyal bahkan dari para pemimpin negara yang dihormati, mereka hanya mengatakan bahwa besok akan ada perang. Ini panik - berapa biaya untuk negara kita?" katanya pada konferensi pers di Kyiv.

 Baca juga: Presiden: 100.000 Tentara Rusia Berjaga di Dekat Perbatasan Ukraina

"Destabilisasi situasi di dalam negeri adalah ancaman terbesar bagi Ukraina,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Kamis (27/1), Presiden AS Joe Biden mengatakan dia yakin Rusia dapat menyerang tetangganya pada bulan depan.

Pada Jumat (28/1), Presiden AS Joe Biden mengatakan dia akan mengirim sejumlah kecil pasukan ke Eropa Timur dalam "waktu dekat", untuk memperkuat kehadiran NATO di wilayah tersebut. Dia tidak merinci di mana mereka akan ditempatkan atau kapan mereka akan tiba.

Baca juga: Status Siaga Tinggi, Pangkalan Militer AS Siapkan 8.500 Tentara Bergabung dengan Pasukan NATO

Awal pekan ini, Pentagon mengatakan ada 8.500 pasukan siap tempur yang bersiaga, siap dikerahkan dalam waktu singkat.

AS telah menolak permintaan utama Moskow agar NATO mengesampingkan Ukraina bergabung dengan aliansi pertahanan - tetapi bersikeras menawarkan Rusia "jalur diplomatik yang serius".

Pada Jumat (28/1), Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan Rusia telah mengumpulkan kapasitas militer yang cukup untuk menyerang Ukraina.

Dia mengatakan AS berkomitmen untuk membantu Ukraina mempertahankan diri, termasuk dengan menyediakan lebih banyak persenjataan.

"Konflik tidak bisa dihindari. Masih ada waktu dan ruang untuk diplomasi," ujarnya.

Sementara itu, Rusia menyangkal rencana menyerang. Pada Jumat (28/1) Menlu Rusia mengatakan Moskow tidak menginginkan perang.

Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian menuduh Barat mengabaikan masalah keamanan Rusia.

Namun Putin mengatakan akan mempelajari tanggapan AS sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan, menurut informasi dari Kremlin tentang panggilan telepon antara Putin dan rekannya dari Prancis.

Prancis mengatakan kedua pemimpin telah sepakat tentang perlunya mengurangi ketegangan dan Presiden Emmanuel Macron mengatakan kepada Putin bahwa Rusia harus menghormati kedaulatan negara-negara tetangganya.

Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Jerman Bruno Kahl mengatakan Rusia siap menyerang Ukraina, tetapi belum memutuskan apakah akan melakukannya.

"Saya yakin keputusan untuk menyerang belum dibuat," ujarnya kepada Reuters.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini