Menurut Lazarus, kala itu memang rapat di Komisi V DPR lebih padat dibanding komisi-komisi lain. Sehingga pada RDP kemarin, ia hendak menyampaikan bahwa pengalaman lalu akan dijadikan guru untuk merebaknya Covid-19 hari ini.
"Saya sebagai ketua melihat perkembangan ini membatasi kegiatan di Komisi. Kalau dulu di Komisi V sepertinya agak sedikit berani, agak padat, itu risikonya (bisa meninggal)," ungkap Lazarus.
Untuk itu, kata Lazarus, dirinya memutuskan bahwa rapat hari ini hanya boleh diwakili satu orang dari satu fraksi. Apalagi, per hari ini telah terkonfirmasi 3 orang terpapar yakni 2 staf dan seorang kepala sekretariat di Komisi V DPR. Sehingga, minggu depan Komisi V akan menangguhkan sementara kegiatan fisik (lockdown).
"Saya lihat perkembangan dulu, sebetulnya jadwal rapat kita padat ini, minggu depan kita full lockdown satu minggu, kalau tidak ada yang nambah positif minggu berikutnya lagi kita rapat lagi tapi jumlah terbatas," ungkapnya.
Soal di mana staf tersebut terpapar, Lazarus mengaku tidak mengetahui sejauh itu. Yang jelas, mereka yang positif melakukan kegiatan di Gedung DPR ini. Pihaknya juga sudah melakukan tracing di lingkungan Komisi V DPR. Namun, untuk anggota Komisi V dia tidak bisa memastikan karena kebanyakan melakukan tes secara mandiri.