Saat ia tengah menyiapkan pasir untuk membendung tembok yang mulai retak, tiba-tiba tembok itu roboh seluruhnya. Tak berselang lama ia mendengar teriakan minta tolong, dari seorang perempuan. Ia terkejut karena tak ada tanda-tanda tembok akan roboh, kendati di beberapa bagiannya telah retak.
"Waktu itu saya kira orangnya sudah lewat. Dia jalan sendirian dari timur ke barat, lewat situ. Terus temboknya roboh suaranya kayak bom gitu, kejadiannya jam setengah 3 kurang lebih. Nggak nyangka roboh meski di beberapa bagian memang sudah ada retakan," ungkapnya.
Ia kemudian memanggil anaknya dan beberapa tetangganya untuk meminta bantuan menyingkirkan tembok yang telah roboh tersebut.
"Saya langsung respon minta tolong tetangga dan anak, empat orang untuk bantu nyongkel tembok rumah. Baru ketahuan kalau ibu yang lewat tadi ketimpa tembok," tuturnya.