UPAYA Kerajaan Singasari merealisasikan penaklukkan Melayu memang tercapai. Tetapi Singasari yang dipimpin oleh Raja Kertanegara mendapat tantangan dari Kekaisaran Mongol dari China yang datang. Kaisar Mongol meminta Singasari untuk takluk dan menyerahkan upeti ke Mongol.
Kedatangan pasukan Mongol ini berawal dari ekspedisi Pamalayu oleh Singasari untuk menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sumatera. Penaklukan ini akhirnya didengar oleh Kekaisaran Mongol yang akhirnya dibuat marah dengan penguasaan Kerajaan Singasari ke Selat Malaka.
BACA JUGA:Cerita Candi Singosari, Dibangun Majapahit untuk Hormati Raja Kertanegara
Sang kaisar Mongol akhirnya mengirimkan utusan ke Kerajaan Singasari, sebagaimana dikisahkan pada buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan" karya Muhammad Syamsuddin.
Kedatangan utusan Mongol ini tentu agar Kerajaan Singasari bisa takluk ke tangan Kekaisaran Mongol di Tiongkok kala itu. Utusan Mongol yang datang pada 1289 ke wilayah Kerajaan Singasari, konon agar Kerajaan Singasari takluk kepada Mongol, dengan memberikan upeti.
BACA JUGA:Situs Kuno Ditemukan di Malang, Diduga Permukiman Kuno Era Kerajaan Singosari
Singkat cerita Meng Khi, meminta Singasari dibawah kekuasaan Raja Kertanegara mengakui penguasaan Kaisar Mongol Khubilai Khan. Namun permintaan ini tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Kertanegara. Raja Kertanegara marah besar dengan kedatangan utusan Mongol ke wilayahnya. Sebagai raja besar di Pulau Jawa dirinya tak mau tunduk kepada siapapun, termasuk kepada Khubilai Khan, dari Kekaisaran Mongol.
Konon Kertanegara juga melukai wajah dari Meng Khi. Bahkan dikisahkan dari beberapa sumber salah satu telinga Meng Khi sempat dipotong oleh Kertanegara. Hal ini menunjukkan murkanya penguasa Singasari atas ulah Kekaisaran Mongol. Kertanegara pun akhirnya mengusir utusan Meng Khi itu kembali ke Mongol.