Ciri kedua adalah berbaik sangka kepada manusia. Menurutnya, orang maritim bersedia berbagi dengan siapa saja di tengah kejahatan manusia, tetap berbaik sangka bahwa manusia mempunyai nurani, akal sehat dan naluri.
"Karena peradaban yang kita cita-citakan untuk seluruh manusia sehingga tidak ada pilihan lainselain berbaik sangka kepada manusia. Kita kemudian tidak pilih-pilih dalam bekerjasama dan berbagi," ujarnya.
Terakhir berbaik sangka terhadap persaudaraan kemanusiaan. Gus Yahya menyampaikan sejak Muktamar NU tahun 1984, NU telah menyatakan komitmennya untuk berkhidmat bagi semua. Di mana, bukan hanya berkhidmat NU dan Indonesia tetapi juga seluruh kemanusiaan di dunia.
"Kewajiban untuk berpegang teguh bukan hanya pada prinsip ukhuwah islamiyah tapi juga ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan antara saudara sebangsa dan ukhuwah basyariyah di antara sesama," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.