Dia mengundang penduduk setempat untuk menghadiri pemakaman wanita tua itu, yang tanggalnya belum ditentukan.
"Ini adalah tragedi yang terjadi dalam konteks yang diperumit oleh pandemi, dari kota yang tertutup dan terisolasi,” kata Landriscina sebagaimana dilansir Sky News.
"Siapa yang tahu betapa menderitanya wanita ini. Sekarang saatnya memberi kesaksian dan saya mengundang kota untuk hadir."
Menteri untuk keluarga dan kesempatan yang sama, Elena Bonetti, mengatakan kematiannya yang "terlupakan" melukai hati nurani Italia.
"Kami memiliki tugas, sebagai komunitas yang ingin tetap bersatu, untuk mengingat hidupnya... tidak ada yang harus ditinggalkan sendirian," tulisnya di Facebook.
Hampir 40 persen orang berusia di atas 75 tahun di Italia hidup sendiri, menurut laporan 2018 oleh lembaga statistik nasional.
(Rahman Asmardika)