Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peninggalan Mataram Kuno Era Mpu Sindok Tersebar di Wilayah Malang

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 11 Februari 2022 |14:00 WIB
Peninggalan Mataram Kuno Era Mpu Sindok Tersebar di Wilayah Malang
Penemuan candi Mataram Kuno (foto: MNC Portal/Avirista)
A
A
A

MALANG – Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Raja Mpu Sindok ternyata tersebar hingga Malang. Raja Mpu Sindok menjadi raja pertama Kerajaan Mataram Kuno setelah sempat berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur akibat letusan gunung yang meluluhlantakkan istana Mataram Kuno.

Pada buku "Airlangga : Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI" dari Ninie Susanti, Mpu Sindok sebenarnya masih berasal dari Dinasti Sailendra, sesuai kedudukannya sebelumnya sebagai Rakai Halu dan Rakai Hino, pada masa pemerintahan Rakai Layang dan Rakai Sumba Dyah Wawa. Namun ia dianggap sebagai pendiri dinasti baru, yakni Dinasti Isana.

BACA JUGA:Misteri Candi Gedong Songo Buatan Mataram di Gunung Ungaran 

Di Malang sendiri sejumlah temuan bangunan situs kuno yang identik dengan gaya Kerajaan Mataram Kuno menunjukkan wilayah kekuasaan Mpu Sindok, sampai meliputi wilayah Malang.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menyatakan, dari hipotesis referensi sejarah – sejarah yang ada, terdapat sejumlah konstruksi situs kuno di era Kerajaan Mataram Kuno masa Mpu Sindok, yakni Situs Pendem, Situs Langlang, dan Situs Srigading.

 BACA JUGA: Ketika Istana Mataram Dikuasai Pemberontak dan Taklukkan Pangeran Puger

“Sejaman, ini sama Pendem hipotesisnya itu. Mendukung ini dari abad 10. Kemudian relief kepalanya tadi gaya mataram kuno, bukan gaya Jawa Timuran, sejauh itu datanya. Kemudian sambil nanti cari datanya,” kata Wicaksono.

Menurutnya, bangunan – bangunan peninggalan Mataram Kuno era Jawa Tengah identik dengan konstruksi batu bata berukuran besar. Hal ini diperkuat dengan adanya penemuan arca yang ditemukan di sekitar Situs Srigading, yang tengah dilakukan penggalian oleh BPCB Jatim.

“Dari ciri-cirinya memang arca itu bergaya Mataram Kuno. Ciri-ciri khusus kita temukan di sini salah satunya bas relief, sama seperti di Borobudur dan Prambanan gaya reliefnya. Kemudian ukuran batanya cukup besar. Jadi kita identifikasi ini memang berasal dari pra Majapahit. Ukuran batanya panjang 35 setimeter, lebar 22 sentimer, dan ketebalan 10-11 sentimeter,” ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement