KISAH miris TKI kerap terdengar. Kisah ini terutama datang dari asisten rumah tangga yang bekerja di luar negeri. Dipukul, disiksa, hingga gajinya tidak dibayarkan oleh para majikan adalah beberapa kejadia yang dialami TKI. Berikut beberapa kisah miris TKI.
1. 12 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga dan Gaji Tak Dibayarkan Majikan
Kejadian ini menimpa perempuan bernama Diah Anggrain yang berasal dari Malang Jawa Timur. Ia berangkat ke Yordania sejak 6 Oktober 2006 melalui PT Safina Daha Jaya.
Saat bekerja di tempat majikannya, ia tak diberikan akses komunikasi dan tak mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Bahkan, gajinya pun tidak dibayar oleh majikan.
Keluarga Diah selama 12 tahun kebingungan karena hilang kontak dengannya. KBRI atau Kedutaan Besar Republik Indonesia yang menerima laporan itu pun langsung melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dalam investigasinya pada Desember 2018, ditemukan Diah tak mengurus dokumennya sejak 2014. Selain itu, ditemukan juga bahwa tidak ada kejelasan tentang gaji serta hak-hak ketenagakerjaannya selama 12 tahun.
Diah akhirnya diputuskan untuk ditempatkan di Griya Singgah KBRI di Amman guna diperjuangkan hak-haknya. Diah juga kembali diajarkan bahasa Indonesia, lantaran ia tidak mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia.
BACA JUGA:Majikan Penyiksa TKI Selama 9 tahun Divonis Bebas Pengadilan Malaysia
Setelah KBRI memanggil majikan tempat Diah bekerja, sang majikan berjanji akan menyelesaikan pembayaran gaji sebesar Rp126 juta. Gajinya sebesar 2/3 pun telah dibayarkan oleh majikannya hingga tersisa 1/3 gaji lagi serta denda izin tinggal yang belum dibayar.
Terhitung mulai 10 Februari 2019 pengumuman Amnesti yang diberikan oleh Pemerintah Yordania telah diberlakukan dan akan memastikan Diah segera kembali ke Tanah Air.