Share

Tahanan Polres Cilegon Tewas Dikeroyok, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Nandha Aprilia, MNC Media · Selasa 22 Februari 2022 05:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 340 2550911 tahanan-polres-cilegon-tewas-dikeroyok-polisi-tetapkan-6-tersangka-g7721qkWHl.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

CILEGON - Polres Cilegon Polda Banten menetapkan 6 tersangka berinisial ASB, HY, M, JP, FA dan DA atas kasus tewasnya seorang tahanan berinisial AG akibat dikeroyok.

Diketahui sebelumnya, korban dan tersangka merupakan Tahanan Rutan Polres Cilegon Polda Banten.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Sigit Haryono menjelaskan terkait penetapan tersangka ini, yang menewaskan salah seorang tahanan.

“Bedasarkan hasil penyidikan Polres Cilegon menetapkan 6 tersangka yaitu ASB, HY, M, JP, FA dan DA yang merupakan Tahanan Rutan Polres Cilegon Polda Banten,” ungkapnya dalam keterangan pers, Selasa (22/2/2022).

Dijelaskan Sigit, kronologis ini bermula ketika AG masuk ke Rutan Polres Cilegon, tersangka AS selaku yang dituakan dalam sel tahanan melakukan komunikasi dengan korban.

Akan tetapi, korban (AG) dirasa menjawab dengan nada tinggi atau ketus, sehingga tersangka AS merasa tersinggung dan melakukan pemukulan.

“Hal ini menyebabkan 5 tersangka lainnya melihat AS memukul AG langsung terprovokasi sehingga bersama-sama melakukan kekerasan kepada tahanan (AG)," papar Sigit.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati barang bukti berupa 1 buah jaos, 1 buah celana pendek, 1 buah gulungan karpet, 2 buah botol plastik air dan bongkahan semen.

Terkait jenazah AG sendiri pun sudah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon pada Jumat 18 Februari 2022.

Follow Berita Okezone di Google News

Sigit menjelaskan bahwa kasus kini ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dari tindakan ini, para tersangka disangkakan Pasal 170 Ayat 2 ke 3.

"Para tersangka dikenakan Pasal 170 Ayat 2 Ke 3 yaitu Barang siap secara terang terangan atau dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang menyebabkan matinya orang diancam dengan ancaman pidana 12 tahun Penjara," ucap Sigit Haryono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini